Makna dan Filosofi Kehidupan dari Kue Barongko

  • 11 Feb 2026 07:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dibalik teksturnya yang lembut dan rasa manisnya yang khas, Barongko menyimpan sejarah panjang dan filosofi mendalam. Mengutip buku Barongko Si Manis Lembut dari Bugis (2019), kudapan legendaris ini dulunya merupakan hidangan eksklusif yang hanya disajikan untuk kalangan bangsawan dan raja-raja Bugis di Sulawesi Selatan.

Secara etimologi, nama Barongko bukanlah sekadar nama tanpa makna. Nama ini merupakan singkatan dari kalimat bahasa Bugis, yakni “Barangku Mua Udokko”, yang berarti barangku sendiri yang kubungkus. Makna filosofis ini tercermin kuat dalam proses pembuatannya. Bahan utama Barongko adalah buah pisang yang telah dihaluskan, namun uniknya, adonan tersebut kemudian dibungkus kembali menggunakan daun pisang.

Budayawan Bugis sekaligus tokoh adat arung Belawa, Andi Bau Erwin Gamatta mengatakan bahwa  kue barongko tidak hanya sekedar kue Tradisional tetapi kue ini Ini melambangkan kejujuran dan kesederhanaan. “ Tuan rumah menyajikan Barongko sebagai simbol ketulusan hati bahwa apa yang tampak di luar sama dengan apa yang ada di dalam," ungkapnya kepada RRI.CO.ID Selasa, 10 Februari 2026.

Andi Erwin juga Menegaskan bahwa,   kue Barongko tidak hanya bicara soal integritas, tetapi juga tentang harga diri dan keseimbangan hidup yaitu  Penggunaan daun pisang untuk membungkus buah pisang bermakna manusia harus menjaga kehormatan agar tidak merusak nama baik keluarga. Dan kue ini juga mengajarkan akan Keseimbangan Hidup dimana Bentuk bungkusnya yang persegi empat melambangkan perlunya manusia menyeimbangkan kehidupan di dunia dan akhirat, serta menjaga hubungan dengan alam.

Karena kedalaman maknanya, pada tahun 2017, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi menetapkan Barongko sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia. Seiring berjalannya waktu, sekat-sekat kelas sosial dalam menikmati kuliner ini mulai memudar. Kini, Barongko bukan lagi milik kaum bangsawan semata, melainkan telah menjadi warisan budaya yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. 

Hingga saat ini, Barongko menjadi menu wajib dalam berbagai prosesi adat penting masyarakat Bugis, seperti Pesta Pernikahan. Keberadaan barongko dianggap sebagai simbol harapan akan keharmonisan. Selain itu acara Akikah sebagi lambang wujud syukur atas kelahiran buah hati dan Syukuran Adat sebagai Simbol ketulusan tuan rumah dalam menyambut tamu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....