Dawet Selasih: Warisan Kuliner Tradisional Bernilai Gizi
- 29 Jan 2026 15:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dawet selasih merupakan minuman tradisional Indonesia yang memadukan cendol santan gula aren dan biji selasih khas daerah Nusantara. Minuman ini dikenal luas masyarakat Jawa karena kesegaran rasa tekstur unik serta nilai budaya turun-temurun yang terus lestari.
Biji selasih dalam dawet berfungsi sebagai bahan pelengkap sekaligus sumber serat pangan alami yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian Institut Pertanian Bogor menunjukkan biji selasih memiliki kapasitas serat dan daya ikat air tinggi secara fungsional pangan.
Keunikan dawet selasih terletak pada tekstur biji selasih yang mengembang setelah direndam air sehingga memberikan sensasi kenyal segar. Tekstur tersebut menciptakan pengalaman minum berbeda dibandingkan minuman tradisional lain berbahan santan dan gula merah alami khas Nusantara.
Secara budaya, dawet selasih mencerminkan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam menjaga tradisi kuliner minuman tradisional turun-temurun secara berkelanjutan. Kajian Universitas Diponegoro menyebutkan minuman tradisional berperan penting membentuk identitas budaya masyarakat daerah lokal hingga kini dan mendatang.
Selain menyegarkan, dawet selasih juga memiliki kandungan gizi berupa karbohidrat serat dan senyawa bioaktif alami bermanfaat bagi tubuh. Biji selasih berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis bahan lokal Indonesia yang bernilai ekonomi budaya kesehatan tinggi nasional.
Dawet selasih menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara yang memadukan cita rasa tradisi dan nilai kesehatan masyarakat lokal Indonesia modern. Pelestarian dawet selasih penting dilakukan agar warisan kuliner tetap dikenal generasi masa depan melalui edukasi budaya dan penelitian.(Aris)
Referensi:
1. Putri, A. R., & Yuliani, S. (2021). Karakteristik Fungsional Biji Selasih sebagai Pangan Tradisional. Jurnal Mutu Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB).
2. Hidayat, R., & Sari, D. P. (2020). Minuman Tradisional sebagai Identitas Budaya Masyarakat Jawa. Jurnal Sabda, Universitas Diponegoro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....