Kenapa Mata Berkedut? Ini Penjelasannya

  • 19 Jul 2026 08:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah mata tiba-tiba berkedut tanpa sebab yang jelas? Kondisi ini sering membuat seseorang khawatir, padahal menurut Mayo Clinic, sebagian besar kedutan pada mata bukanlah tanda penyakit serius dan biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Dalam dunia medis, kedutan pada kelopak mata dikenal sebagai eyelid myokymia, yaitu kontraksi ringan yang terjadi berulang pada otot kelopak mata. American Academy of Ophthalmology (AAO) menjelaskan bahwa kedutan umumnya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit, meski pada sebagian orang dapat muncul selama beberapa hari.

Beberapa faktor dapat memicu mata berkedut, seperti kurang tidur, stres, kelelahan, terlalu banyak mengonsumsi kafein, hingga mata lelah akibat terlalu lama menatap layar. Selain itu, AAO juga menyebutkan bahwa mata kering dapat menjadi salah satu penyebab, terutama pada pengguna lensa kontak dan mereka yang sering menggunakan perangkat digital.

Kondisi ini umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Menurut Mayo Clinic, istirahat yang cukup, mengurangi konsumsi kafein, mengelola stres, dan memberi waktu bagi mata untuk beristirahat sering kali dapat membantu mengurangi frekuensi kedutan.

Meski biasanya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian. MSD Manual Consumer Version menyarankan agar seseorang segera memeriksakan diri ke dokter apabila kedutan berlangsung lebih dari beberapa minggu, disertai mata merah atau bengkak, kelopak mata menutup sepenuhnya, atau muncul kelemahan pada bagian wajah.

Menjaga kesehatan mata juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kedutan berulang. Salah satunya dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit saat menggunakan layar digital agar mata lebih rileks.

Mata berkedut memang dapat terasa mengganggu, tetapi sebagian besar kasus dapat membaik dengan perubahan kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami penyebabnya berdasarkan informasi dari lembaga kesehatan tepercaya, kita dapat merespons kondisi ini dengan lebih tenang dan mengetahui kapan perlu memeriksakan diri ke tenaga medis.

Sumber:

• American Academy of Ophthalmology (AAO). What Causes Eye Twitching? https://www.aao.org

• Mayo Clinic. Eye Twitching: Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org

• MSD Manual Consumer Version. Eyelid Twitching (Myokymia). https://www.msdmanuals.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....