Kanker, Salah Satu Tantangan Terbesar Pembangunan Kesehatan
- 17 Jul 2026 23:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Penyakit kanker hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Terdapat banyak individu dan keluarga yang harus menghadapi perubahan hidup yang besar akibat penyakit ini.
Oleh karena itu, penanggulangan kanker membutuhkan kepedulian sosial, edukasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Cabang Kulon Progo yang baru, Nur Aini Mufida, usai resmi dikukuhkan bersama jajaran Pengurus YKI Wilayah Kulon Progo Masa Bakti 2026–2031. Acara pengukuhan dan serah terima jabatan tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kulon Progo pada Jumat 17 Juli 2026.
| Baca juga: Kurang Tidur, Ini yang Harus Dilakukan |
"Momentum ini (serah terima bupati) bukan sekadar seremoni. Ini awal pengabdian bersama untuk terus hadir mendampingi masyarakat, terutama dalam upaya promotif, preventif, dan bagi mereka yang sedang berjuang melawan kanker," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan besar tersebut, Nur Aini memaparkan lima program prioritas yang akan dijalankan oleh kepengurusan YKI Kulon Progo periode 2026–2031. Kelima program ini yakni Memperkuat Edukasi, Memperluas Deteksi Dini, Pendampingan Holistik, dan Memperluas Kemitraan, Tata Kelola Profesional.
"Keberhasilan kita diukur dari makin banyak warga yang paham deteksi dini. Bukan dari seremoni, tapi dari makin banyak pasien yang mendapat harapan," ujarnya.
| Baca juga: Waspadai Ebola, Gejalanya Mirip Flu |
Perwakilan YKI DIY, Dr. Dra. I.M. Sunarsih Sutaryo, mengungkapkan bahwa masih banyak pasien yang datang dalam kondisi terlambat atau terpaksa tidak menuntaskan pengobatan akibat kendala biaya serta masalah psikososial. Pendekatan suportif penting yang menyentuh seluruh aspek kehidupan pasien.
"Obati orangnya, jangan hanya penyakitnya. Pasien butuh pendampingan fisik, psikologi, spiritual, dan sosial agar mau tuntas berobat," ujarnya.
YKI DIY, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh bagi pasien asal Kulon Progo, salah satunya melalui fasilitas rumah singgah berkapasitas 36 pasien (anak dan dewasa) serta dukungan dari 50 relawan terlatih yang sebagian besarnya merupakan penyintas.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengatakan, Pemkab Kulon Progo berkomitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Namun demikian penyelesaian tantangan kesehatan seperti kanker tidak bisa dilakukan sendiri.
"Pemkab Kulon Progo berkomitmen mendukung peningkatan derajat kesehatan dengan gotong royong semua pihak," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....