Atasi Stunting Lewat Dapur, Program DASHAT Sasar 12 Desa dan Kelurahan di Kaledupa

  • 17 Jul 2026 12:32 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Wakatobi - Dalam upaya berkelanjutan untuk menekan angka stunting, Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (Balai Bangga Kencana) Kecamatan Kaledupa sukses menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik "Dapur Sehat Atasi Stunting" (DASHAT) pada Kamis 16 Juli 2026.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan di 10 desa dan 2 kelurahan yang ada di Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi, di antaranya meliputi Desa Sombano, Lewuto, Samabahari, Balasuna, Balsel, Waduri, dan Kelurahan Laulua.

Program yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini berfokus pada pemberdayaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan para kader. Tujuannya adalah melatih para kader DASHAT agar lebih memahami penyediaan menu dengan gizi seimbang yang dikhususkan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan anak di bawah dua tahun (baduta).

Untuk memastikan takaran gizi yang tepat, kegiatan ini didampingi langsung oleh tenaga gizi dari masing-masing Puskesmas di wilayah desa terkait. Para instruktur dan kader mempraktikkan langsung cara mengolah bahan makanan bergizi di hadapan para peserta yang duduk menyimak dengan antusias di dalam balai pertemuan.

Melalui moto "Dapur sehat = Keluarga sehat = Cegah Stunting", BKKBN ingin menunjukkan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur sendiri. Keluarga diajarkan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapat di sekitar lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Program DASHAT ini memiliki beberapa target sasaran khusus, antara lain:

  1. Peningkatan Pemahaman Gizi: Mengedukasi keluarga tentang pedoman "Isi Piringku" dan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
  2. Pengolahan Makanan Lokal: Praktik langsung memasak menu MPASI dan menu ibu hamil dengan bahan lokal terjangkau.
  3. Perubahan Perilaku: Mendorong pola makan seimbang, sanitasi bersih, dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
  4. Pemberdayaan Ekonomi: Memanfaatkan pekarangan rumah untuk kemandirian pangan keluarga, seperti menanam sayur atau memelihara ikan.
  5. Penurunan Stunting: Mencegah gagal tumbuh pada balita untuk melahirkan generasi yang cerdas dan produktif.

Koordinator Balai Bangga Kencana Kecamatan Kaledupa, Emi Rasti, A.Md. Kom., menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan edukasi gizi ini.

"Kegiatan ini Alhamdulillah dapat dilaksanakan dengan baik dan kader DASHAT yang di-SK-kan dari desa-desa sangat antusias, serta peserta yang terdiri dari ibu hamil, baduta dan ibu menyusui," ungkap Emi Rasti.

Lebih lanjut, ia berharap program ini dapat memberikan bekal ilmu yang berkelanjutan bagi para ibu dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarganya.

"Kegiatan ini dapat menambah pengetahuannya untuk asupan gizi bagi mereka dan keluarganya nanti. Semoga tahun-tahun berikutnya kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi, karena ini merupakan program yang berdampak langsung untuk pencegahan stunting. Program ini tidak kalah penting dari program MBG, di mana manfaatnya untuk pengembangan dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) untuk mewujudkan generasi emas Indonesia," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....