Perut Buncit di Usia Muda Bisa Jadi Beban saat Menua
- 17 Jul 2026 09:25 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Dokter kecantikan yang juga aktif membagikan edukasi gaya hidup sehat melalui akun media sosial @drdianhesti, dr. Dian Hestiana, mengingatkan pentingnya menjaga lingkar perut sejak usia muda. Menurutnya, mengabaikan perut buncit bukan hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari.
Dalam unggahannya, dr. Dian menjelaskan bahwa setelah memasuki usia 30 tahun, massa otot manusia mulai berkurang sekitar 1–2 persen setiap tahun. Penurunan massa otot ini membuat metabolisme tubuh ikut melambat sehingga tubuh lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area rongga perut atau yang dikenal sebagai lemak viseral.
Lemak viseral berbeda dengan lemak yang berada tepat di bawah kulit. Jenis lemak ini mengelilingi organ-organ penting di dalam rongga perut dan dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, diabetes, hingga beberapa jenis kanker apabila jumlahnya berlebihan.
Untuk membantu mengurangi penumpukan lemak viseral, Dr. Dian menyarankan masyarakat mulai memperhatikan komposisi makanan sehari-hari. Ia mengimbau agar protein atau lauk menjadi porsi terbesar di piring, yakni sekitar 50 persen, disusul sayuran sebanyak 30 persen, sementara nasi atau sumber karbohidrat cukup sekitar 20 persen.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Olahraga secara rutin dinilai dapat membantu mempertahankan massa otot, meningkatkan metabolisme, serta mendukung pembakaran lemak sehingga tubuh tetap sehat dan bugar seiring bertambahnya usia.
dr. Dian juga menyinggung metode intermittent fasting (IF) sebagai salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung pengelolaan berat badan. Namun, penerapan metode ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing agar tetap aman dan memberikan manfaat yang optimal.
Ia menekankan bahwa perubahan gaya hidup perlu dilakukan sedini mungkin, bukan menunggu hingga muncul masalah kesehatan. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis sekaligus menjaga kualitas hidup di masa tua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....