Mitos atau Fakta: Donor Darah Rutin Bisa Turunkan Risiko Kanker Darah
- 17 Jul 2026 08:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Banyak orang mendonorkan darah karena ingin membantu sesama. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan baik ini juga diduga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk berpotensi menurunkan risiko kanker darah? Lalu, apakah informasi tersebut hanya mitos atau memang didukung oleh penelitian?
Donor darah selama ini dikenal sebagai aksi kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa. Namun, di balik manfaatnya bagi penerima darah, muncul pertanyaan yang cukup sering diperbincangkan, yakni benarkah donor darah rutin dapat membantu menurunkan risiko kanker darah? Berdasarkan sejumlah hasil penelitian, jawabannya mengarah pada fakta, meski manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat buktinya.
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan RI Beberapa studi menunjukkan bahwa donor darah secara rutin dapat membantu mengurangi kadar zat besi dalam tubuh. Kelebihan zat besi diketahui dapat memicu pembentukan radikal bebas yang berlebihan.
| Baca juga: Mengenal Cortisol Face: Mitos atau Fakta |
Radikal bebas inilah yang berpotensi merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker. Dengan berkurangnya kadar zat besi setelah donor darah, risiko kerusakan sel akibat proses oksidasi diperkirakan ikut menurun.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa donor darah bukanlah cara pasti untuk mencegah kanker darah. Risiko seseorang mengalami leukemia, limfoma, maupun jenis kanker darah lainnya dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari faktor genetik, lingkungan, pola hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, donor darah sebaiknya dipandang sebagai salah satu kebiasaan sehat yang berpotensi memberikan manfaat, bukan sebagai metode pencegahan utama terhadap kanker.
Selain kemungkinan membantu menurunkan risiko beberapa penyakit, donor darah rutin juga memberikan manfaat lain bagi pendonor. Tubuh akan merangsang pembentukan sel darah merah baru untuk menggantikan darah yang didonorkan sehingga proses regenerasi sel berlangsung lebih optimal.
Sebelum mendonor, calon pendonor juga menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengecekan kadar hemoglobin, tekanan darah, hingga skrining penyakit menular. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan tertentu sejak dini.
Tak hanya itu, donor darah juga dikaitkan dengan kesehatan jantung karena membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi dalam tubuh. Dari sisi psikologis, kegiatan ini mampu memberikan rasa bahagia dan kepuasan karena telah membantu orang lain yang membutuhkan.
Di sisi lain, manfaat terbesar tetap dirasakan oleh para penerima darah. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat menjadi harapan hidup bagi pasien kecelakaan, ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan, penderita kanker, maupun pasien yang menjalani operasi besar.
Dengan berbagai manfaat tersebut, donor darah tetap menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang bernilai tinggi sekaligus berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor. Meski penelitian mengenai kaitannya dengan penurunan risiko kanker darah masih terus berkembang, menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan rutin memeriksakan kesehatan tetap menjadi langkah utama dalam mencegah berbagai penyakit. Jadi, jika memenuhi syarat kesehatan, tidak ada salahnya menjadikan donor darah sebagai kebiasaan baik yang dilakukan secara rutin demi kesehatan diri sendiri sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....