Mata Lelah setelah Bekerja Seharian? Kenali Gejala Digital Eye Strain
- 16 Jul 2026 21:27 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Digital Eye Strain merupakan kondisi kelelahan mata akibat terlalu lama menggunakan perangkat digital, dengan gejala seperti mata kering, perih, pandangan kabur, sakit kepala, hingga sulit fokus.
- Kondisi ini dipicu oleh kebiasaan menatap layar tanpa jeda, yang membuat frekuensi berkedip berkurang serta memaksa mata bekerja lebih keras dalam waktu lama.
- Pencegahan dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti menerapkan aturan 20-20-20, mengatur pencahayaan dan posisi layar, lebih sering berkedip, serta beristirahat secara berkala agar kesehatan mata tetap terjaga.
RRI.CO.ID, Bogor - Berlama-lama di depan laptop, komputer, atau ponsel memang sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Namun, terlalu lama menatap layar dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai Digital Eye Strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital.
Digital Eye Strain bukan merupakan penyakit mata, melainkan kumpulan gejala yang muncul ketika mata bekerja terlalu keras untuk fokus pada layar dalam waktu yang lama. Kondisi ini semakin sering dialami oleh pekerja kantoran, pelajar, hingga siapa saja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan perangkat digital.
Gejalanya cukup beragam. Mulai dari mata terasa lelah, kering, perih, hingga pandangan menjadi kabur setelah bekerja. Sebagian orang juga mengalami sakit kepala, mata berair, sulit fokus, bahkan nyeri pada leher dan bahu akibat posisi duduk yang kurang ergonomis saat menggunakan komputer.
Penyebab utama Digital Eye Strain adalah berkurangnya frekuensi berkedip saat menatap layar. Normalnya seseorang berkedip sekitar 15 hingga 20 kali per menit. Namun saat fokus pada layar, jumlah kedipan bisa berkurang hingga setengahnya, sehingga permukaan mata menjadi lebih cepat kering.
Selain itu, paparan cahaya dari layar, ukuran huruf yang terlalu kecil, pencahayaan ruangan yang kurang tepat, serta penggunaan perangkat tanpa jeda juga dapat memperparah kelelahan mata. Meski umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen, keluhan yang terus berulang dapat mengganggu produktivitas dan kenyamanan dalam beraktivitas.
Kabar baiknya, Digital Eye Strain dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Salah satu yang paling dianjurkan adalah menerapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama minimal 20 detik. Cara ini membantu otot mata menjadi lebih rileks.
Selain itu, biasakan berkedip lebih sering, atur tingkat kecerahan layar agar sesuai dengan pencahayaan ruangan, gunakan ukuran huruf yang nyaman dibaca, dan posisikan layar sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata. Jangan lupa beristirahat sejenak dengan berdiri atau melakukan peregangan setiap satu hingga dua jam.
Apabila keluhan seperti mata kabur, nyeri hebat, atau sakit kepala tidak kunjung membaik meski sudah mengurangi penggunaan layar, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mata. Pemeriksaan dapat memastikan apakah keluhan tersebut murni akibat Digital Eye Strain atau dipengaruhi gangguan penglihatan lainnya.
Di era serba digital, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga produktivitas. Mengistirahatkan mata selama beberapa detik mungkin terdengar sepele, tetapi kebiasaan sederhana ini dapat membantu mata tetap nyaman dan bekerja optimal sepanjang hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....