Bahaya Konsumsi Mie Instan Terlalu Sering

  • 16 Jul 2026 16:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Mie instan sering menjadi makanan alternatif andalan saat lapar karena cara membuatnya yang cukup mudah dan murah. Karena kemudahan dan kelezatannya, makanan ini banyak digemari masyarakat, bahkan beberapa orang hampir setiap hari mengonsumsinya.

Namun, mie instan termasuk dalam kategori makanan ultraproses yang mengandung pengawet, karbohidrat, lemak jenuh, serta garam atau natrium yang tinggi. Kandungan zat tersebut dapat memicu obesitas hingga penyakit serius lainnya bagi tubuh.

Dilansir dari laman resmi Siloam Hospitals, terdapat delapan bahaya utama yang mengintai tubuh jika terlalu sering mengonsumsi mie instan.

1. Meningkatkan Tekanan Darah

Berdasarkan jurnal Nutrients, satu porsi mie instan dapat menyumbang asupan garam harian hingga 80 persen. Mengonsumsi garam melebihi batas asupan harian dapat membuat tekanan darah naik dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

2. Gangguan Ginjal

Kandungan garam yang tinggi dalam mie instan dapat memengaruhi fungsi ginjal, terlebih jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah banyak. Jika fungsi ginjal terganggu, akan terjadi penumpukan natrium dan cairan dalam tubuh yang memicu pembengkakan di kaki, jantung, hingga paru-paru.

3. Gangguan Pencernaan

Saat melalui proses pengawetan, makanan ini ditambahkan dengan zat tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ). Zat tersebut merupakan pengawet berbahan dasar minyak yang juga terkandung dalam pestisida. Organ pencernaan memerlukan waktu lebih dari dua jam untuk mencerna jenis pengawet ini sehingga berpotensi mengganggu sistem pencernaan.

4. Penyakit Jantung

Konsumsi mie instan setiap hari meningkatkan risiko penyakit jantung karena adanya kandungan monosodium glutamat (MSG) yang tinggi. Zat aditif ini digunakan agar rasa mie instan menjadi lebih gurih, tetapi memiliki efek samping jika menumpuk di tubuh dalam jangka panjang.

5. Risiko Diabetes

Salah satu bahan yang terkandung dalam mie instan adalah maida, yaitu olahan tepung terigu yang sudah melewati proses penggilingan, penghalusan, dan pemutihan. Maida memiliki kandungan gula yang cukup tinggi sehingga dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis.

6. Kerusakan Liver

Mie instan mengandung pengawet atau zat aditif serta kandungan garam tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, zat tersebut dapat menekan kerja organ hati (liver) karena sifat pengawetnya yang sangat sulit terurai oleh tubuh.

7. Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas juga termasuk salah satu efek samping akibat terlalu sering makan mie instan. Dalam satu bungkus mie instan, terdapat sekitar 14 gram lemak jenuh. Angka tersebut sudah mencakup 40 persen dari total kebutuhan lemak harian tubuh.

8. Malnutrisi

Dampak buruk mie instan bagi kesehatan tubuh adalah meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, terutama pada anak-anak. Kondisi ini terjadi karena kandungan serat, protein, vitamin, dan mineral di dalam sebungkus mie instan sangatlah rendah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....