Cantik dengan Nail Art, Jangan Abaikan Kesehatan Kuku
- 16 Jul 2026 12:20 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Nail art telah menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin digemari, terutama di kalangan anak muda. Beragam pilihan desain, warna, hingga teknik seperti gel polish dan nail extension membuat tampilan kuku terlihat lebih menarik dan mampu menunjang penampilan.
Namun, di balik hasil yang estetis, kesehatan kuku tetap perlu menjadi perhatian. Banyak orang berfokus pada hasil akhir nail art tanpa menyadari bahwa penggunaan produk tertentu, proses pemasangan, maupun kebersihan alat yang digunakan dapat memengaruhi kondisi kuku.
Jika dilakukan secara berulang tanpa perawatan yang tepat, kuku bisa menjadi lebih tipis, rapuh, bahkan berisiko mengalami infeksi. Dikutip dari American Academy of Dermatology (AAD), menjaga kesehatan kuku tidak hanya dilakukan melalui perawatan di rumah, tetapi juga dengan memastikan prosedur manicure dilakukan secara higienis.
| Baca juga: Sarapan Sumber Energi dan Kesehatan Tubuh |
AAD menyarankan untuk memilih salon yang menerapkan standar kebersihan, menggunakan alat yang telah disterilkan, serta menghindari pemotongan kutikula secara berlebihan karena kutikula berfungsi sebagai pelindung alami yang mencegah masuknya bakteri dan jamur ke area kuku.
Selain memperhatikan kebersihan alat, pengguna nail art juga disarankan untuk tidak terus-menerus menggunakan gel polish atau nail extension tanpa jeda. Penggunaan yang berkepanjangan dapat membuat kuku kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering dan mudah patah. Memberikan waktu bagi kuku untuk "beristirahat" dapat membantu menjaga kekuatan dan kesehatan kuku alami.
Perawatan setelah nail art juga tidak kalah penting. Menggunakan pelembap pada tangan dan kutikula secara rutin dapat membantu menjaga kelembapan kuku. Saat membersihkan rumah atau menggunakan bahan kimia, sebaiknya gunakan sarung tangan agar kuku tidak mudah rusak akibat paparan deterjen maupun cairan pembersih.
Tak hanya itu, proses melepas nail art juga perlu dilakukan dengan benar. Mengelupas gel polish atau kuku palsu secara paksa dapat merusak lapisan permukaan kuku. Jika memungkinkan, pelepasan sebaiknya dilakukan sesuai prosedur atau dibantu oleh tenaga yang berpengalaman agar risiko kerusakan dapat diminimalkan.
Apabila setelah menggunakan nail art muncul keluhan seperti kuku berubah warna, terasa nyeri, bengkak di sekitar kuku, atau kuku mulai terlepas dari dasar kuku, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya iritasi atau infeksi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis.
Nail art pada dasarnya aman dilakukan selama memperhatikan kebersihan, menggunakan produk yang berkualitas, serta memberikan perawatan yang tepat pada kuku. Memiliki kuku yang indah memang dapat meningkatkan rasa percaya diri, tetapi menjaga kesehatan kuku tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan agar kecantikan dan kesehatan dapat berjalan beriringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....