Pola Hidup Sehat Menghadapi Diabetes Tipe 2 pada Anak dan Remaja
- 15 Jul 2026 20:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Rabu ( 15/7/2026 ) pagi, mengangkat isu kesehatan publik yang sangat mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian mendesak dari seluruh lapisan masyarakat, yaitu dalam tajuk "Waspada Diabetes Tipe 2 Pada Anak & Remaja". Diskusi interaktif ini menghadirkan dua pakar yang berkompeten di bidang edukasi kesehatan dan manajemen penyakit metabolik, yaitu Dr Soep, SKp., M.Kes. (Dosen Poltekkes Kemenkes Medan) dan Prof Madya. Dr. Drs. Syafruddin Ritonga. M.PA. ( Ketua Persatuan Diabetes Indonesia Persada Cabang Medan). Fokus utama dialog ini adalah membedah pergeseran tren penyakit Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 yang dahulu identik dengan usia tua, namun kini kian marak menyerang generasi muda akibat perubahan gaya hidup digital yang minim aktivitas fisik serta tingginya konsumsi makanan olahan tinggi gula.
Dari perspektif akademis keperawatan dan edukasi kesehatan keluarga, Dr. Soep, SKp., M.Kes. memaparkan faktor-faktor klinis dan kebiasaan harian yang memicu lonjakan kasus diabetes pada usia anak dan remaja di Kota Medan. Sebagai akademisi dari Poltekkes Kemenkes Medan, ia menggarisbawahi pentingnya deteksi dini di tingkat keluarga dengan mengenali gejala-gejala klasik seperti anak yang sering merasa kehausan (polidipsi), sering buang air kecil terutama di malam hari (poliuri), serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas meskipun nafsu makan meningkat. Ia menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam membatasi akses anak terhadap minuman kemasan kekinian yang tinggi pemanis buatan, menyusun menu makanan seimbang di rumah, serta mendorong anak-anak untuk kembali aktif bergerak secara fisik alih-alih menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gawai (sedentary lifestyle).
Sementara itu, dari sudut pandang penguatan komunitas dan kebijakan preventif makro, Prof. Madya. Dr. Drs. Syafruddin Ritonga, M.PA. menyoroti pentingnya sinergi kolektif untuk membangun ekosistem yang mendukung para penyandang diabetes maupun kelompok yang berisiko tinggi. Sebagai Ketua Persada Cabang Medan, ia menjelaskan bahwa penanganan Diabetes Tipe 2 pada remaja tidak bisa hanya mengandalkan terapi obat-obatan di rumah sakit, melainkan harus melibatkan pendekatan komunitas seperti kampanye masif di sekolah-sekolah mengenai bahaya obesitas anak. Persada mendorong instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap kantin sekolah agar menyediakan opsi makanan yang lebih sehat, sekaligus mengedukasi para remaja agar tidak tabu melakukan skrining kadar gula darah secara berkala demi mencegah komplikasi jangka panjang yang dapat merusak kualitas masa depan mereka.
Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa membentengi anak dan remaja di Sumatera Utara dari ancaman Diabetes Tipe 2 merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan. Kombinasi antara literasi kesehatan yang ditanamkan oleh para pendidik seperti Dr. Soep, serta gerakan kepedulian sosial yang diorganisasi oleh lembaga seperti Persada Medan di bawah kepemimpinan Prof. Syafruddin, menjadi fondasi utama gerakan preventif ini. Dengan kesadaran orang tua untuk memperbaiki pola makan keluarga secara konsisten dan dukungan lingkungan sekolah yang suportif terhadap aktivitas fisik, diharapkan generasi muda dapat tumbuh dengan sehat, produktif, dan terbebas dari jerat penyakit kronis sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....