Mitos Es Krim dan Fakta Tersembunyi di Balik Amandel
- 14 Jul 2026 16:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Banyak orang mengira amandel hanyalah sepasang daging kecil di tenggorokan yang hobi bikin demam dan radang kalau kita kebanyakan minum es. Begitu amandel bengkak, jalan keluar yang paling sering terlintas di kepala adalah operasi pengangkatan. Padahal, organ kecil berbentuk lonjong ini menyimpan banyak rahasia dan fungsi krusial bagi tubuh yang jarang sekali disadari oleh orang awam.
Rahasia pertama yang jarang diketahui adalah amandel sebenarnya merupakan "gerbang pertahanan utama" atau pos satpam pertama sistem imun kita. Posisinya yang berada di persimpangan jalan napas dan jalur makanan sengaja dirancang untuk menangkap bakteri atau virus yang mencoba menyusup masuk. Amandel memproduksi sel darah putih yang bertugas mengenali dan menghancurkan patogen sebelum mereka sempat menginfeksi organ tubuh bagian dalam.
Hal unik lain yang sering luput dari perhatian adalah amandel bisa memiliki "batu" sendiri, yang dikenal dengan istilah medis tonsilloliths atau batu amandel. Batu ini terbentuk dari penumpukan sisa makanan, sel mati, dan bakteri yang terjebak di celah-celah amandel, lalu mengeras seiring berjalannya waktu. Keberadaan batu amandel inilah yang sering menjadi dalang utama bau mulut kronis (halitosis) yang tidak kunjung hilang meskipun seseorang sudah rajin menyikat gigi.
Banyak yang tidak tahu bahwa amandel bukanlah organ yang statis secara ukuran sepanjang hidup manusia. Organ ini justru mencapai ukuran puncaknya saat kita berada di usia pubertas, karena pada masa itulah sistem imun sedang aktif-aktifnya belajar mengenali berbagai jenis penyakit. Setelah melewati masa remaja, amandel secara alami akan menyusut secara perlahan karena tugasnya mulai digantikan oleh komponen sistem imun lain yang lebih matang.
Mitos yang paling kuat beredar di masyarakat adalah minum air es atau makan es krim merupakan penyebab langsung amandel meradang. Secara medis, anggapan ini keliru; es krim atau air dingin bukanlah penyebab radang, melainkan infeksi virus atau bakterilah yang memicunya. Suhu dingin terkadang hanya menurunkan imunitas lokal di tenggorokan untuk sementara, atau justru sebaliknya, es krim sering diresepkan dokter pasca-operasi amandel untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.
Terakhir, keputusan untuk mengangkat amandel melalui operasi (tonsilektomi) kini tidak lagi diambil sembarangan seperti zaman dulu. Dokter modern sangat mempertahankan amandel kecuali jika ukurannya sudah terlalu besar hingga menyumbat jalan napas saat tidur (sleep apnea) atau mengalami infeksi parah lebih dari tujuh kali dalam setahun. Menjaga amandel tetap berada di tempatnya, selama masih berfungsi baik, jauh lebih menguntungkan bagi benteng pertahanan tubuh kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....