Defisit Kalori yang Sama, Mengapa Pria Lebih Cepat Turun Berat Badan?

  • 14 Jul 2026 10:40 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Tidak sedikit orang merasa heran ketika menjalani defisit kalori bersama pasangan atau teman, tetapi pria justru lebih dulu menunjukkan penurunan berat badan. Perbedaan ini bukan berarti pria lebih mudah menjalankan program, melainkan dipengaruhi oleh karakteristik biologis yang berbeda antara pria dan wanita.

Pria umumnya memiliki lean body mass atau massa tubuh tanpa lemak yang lebih besar, terutama massa otot. Kondisi ini membuat basal metabolic rate (BMR) lebih tinggi, sehingga tubuh membakar lebih banyak energi bahkan saat beristirahat. Ketika asupan kalori lebih rendah daripada kebutuhan harian, tubuh pria cenderung menciptakan defisit energi yang lebih besar sehingga penurunan berat badan berlangsung lebih cepat.

Selain itu, distribusi lemak tubuh juga berbeda. Pria lebih banyak menyimpan lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ dalam dan lebih aktif secara metabolik sehingga lebih mudah dimobilisasi sebagai sumber energi. Sebaliknya, wanita cenderung memiliki lebih banyak lemak subkutan di bawah kulit yang berfungsi sebagai cadangan energi jangka panjang dan relatif lebih sulit dipecah.

Faktor hormon turut memengaruhi proses tersebut. Testosteron membantu mempertahankan massa otot sehingga pengeluaran energi tetap tinggi, sedangkan estrogen berperan dalam penyimpanan lemak, terutama di area pinggul dan paha. Di sisi lain, fluktuasi hormon selama siklus menstruasi dapat menyebabkan retensi cairan yang membuat angka pada timbangan berubah, meski lemak tubuh sebenarnya tidak bertambah.

Temuan ini sejalan dengan tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam BMC Medicine, yang menyebutkan bahwa pria umumnya mengalami penurunan berat badan lebih cepat pada fase awal program karena memiliki massa otot lebih besar dan kebutuhan energi yang lebih tinggi. Namun, jika keberhasilan diukur berdasarkan persentase berat badan awal, perbedaan hasil antara pria dan wanita menjadi jauh lebih kecil.

Karena itu, kecepatan penurunan berat badan bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Konsistensi menjaga defisit kalori, memenuhi kebutuhan protein, melakukan latihan beban, dan mempertahankan massa otot merupakan faktor yang lebih menentukan dalam mencapai komposisi tubuh yang sehat, baik pada pria maupun wanita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....