Kenali Tanda Depresi Pria yang Sering Tak Terlihat

  • 14 Jul 2026 09:07 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Depresi pada pria sering muncul sebagai amarah, bukan kesedihan.
  • Kerja berlebihan dan alkohol dapat menutupi luka emosional pria.
  • Kelelahan, nyeri, dan sulit tidur bisa menjadi tanda depresi.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Depresi pada pria sering tidak muncul sebagai kesedihan yang mudah dikenali. Amarah, kelelahan, dan jarak emosional justru kerap menjadi tanda awal.

Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai stres, sifat pemarah, atau suasana hati buruk. Akibatnya, banyak pria terlambat menyadari bahwa dirinya sedang berjuang.

Scott Mallon, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi yang dilansir dari creators.yahoo.com, menilai depresi pria kerap luput dari perhatian. Ia menyebut gejalanya sering berbeda dari gambaran depresi yang umum dipahami.

Depresi pada Pria Tidak Selalu Tampak Sedih

Mallon menjelaskan, banyak pria tetap bekerja dan hadir untuk keluarganya. Dari luar, mereka tampak kuat, produktif, dan baik-baik saja.

Namun, sebagian pria sebenarnya merasa kosong, lelah, dan terputus dari hidupnya. Mereka juga dapat kehilangan motivasi tanpa memahami penyebab perubahan itu.

Mallon menyebut depresi pria dapat muncul sebagai “iritabilitas, jarak emosional, kelelahan, kehilangan motivasi, perasaan mati rasa, dan perasaan terputus dari kehidupan.” Ia menilai tanda itu sering tidak dibaca sebagai depresi.

Sebagian pria tidak datang dengan pengakuan bahwa mereka mengalami depresi. Mereka justru mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang salah dengan saya.”

Amarah dan Kerja Berlebihan Bisa Menjadi Sinyal

Mallon menyebut, “kemarahan seringkali merupakan satu-satunya emosi yang diizinkan untuk diungkapkan oleh banyak pria.” Karena itu, sedih, takut, malu, dan kesepian dapat muncul sebagai amarah.

Ia pernah menangani pria yang dianggap keluarganya hanya pemarah. Setelah didalami, mereka ternyata kelelahan, kewalahan, sedih, atau merasa sendiri.

“Mereka tidak marah; mereka kelelahan, kewalahan, diliputi kesedihan, atau merasa sendirian,” kata Mallon. Amarah menjadi permukaan dari pergumulan batin yang lebih dalam.

Kajian Canadian Family Physician menyebut depresi pria dapat tampak sebagai iritabilitas, kemarahan, agresivitas, dan perilaku berisiko. Pola itu juga dapat disertai penyalahgunaan zat dan perilaku menghindar.

Mallon juga menyoroti pekerjaan dan alkohol sebagai pelarian yang diterima secara sosial. Ia menyebut keduanya sering dipakai pria untuk menghindari rasa sakit emosional.

Mayo Clinic mencatat pria dengan depresi dapat tampak mudah marah, menarik diri, bekerja terus-menerus, atau minum berlebihan. Tanda ini dapat menjadi cara tidak sehat untuk menghadapi tekanan batin.

Gejala Fisik yang Sering Luput dari Perhatian

Depresi juga dapat muncul melalui tubuh sebelum seseorang membicarakan emosinya. Keluhan seperti lelah, nyeri, sulit tidur, dan sulit fokus perlu diperhatikan.

National Institute of Mental Health mencatat depresi dapat mengganggu tidur, makan, dan aktivitas harian. Karena itu, perubahan perilaku yang menetap perlu mendapat perhatian keluarga dan tenaga profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....