Tips Atasi Separation Anxiety Anak saat Mulai Masuk Sekolah

  • 14 Jul 2026 07:21 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung : Tangisan histeris, pelukan erat yang tak mau lepas, hingga aksi mogok masuk kelas menjadi pemandangan yang lumrah di hari pertama sekolah. Fenomena separation anxiety atau kecemasan berpisah dengan orang tua ini sering kali membuat para ayah dan ibu ikut stres dan kebingungan.

Jika tidak ditangani dengan tenang, kecemasan orang tua justru akan menular dan membuat anak semakin merasa bahwa sekolah adalah tempat yang menakutkan.

Agar momen transisi ini berjalan lebih mulus dan minim drama, berikut adalah beberapa tips psikologis yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi kecemasan berpisah pada anak:

1. Bangun Ritual Perpisahan yang Singkat dan Manis

Jangan mengulur-ulur waktu saat berpisah di depan gerbang atau pintu kelas. Semakin lama Anda bertahan dan membujuk, semakin tinggi pula tingkat kecemasan anak. Buatlah ritual pamitan yang singkat namun hangat—misalnya pelukan erat, kecupan di dahi, lalu lambaian tangan ceria sembari berkata, "Bunda tahu kamu pasti bisa, selamat belajar!" setelah itu langsung melangkah pergi.

2. Hindari Kebiasaan "Menghilang" Diam-Diam

Melihat anak sedang asyik bermain, beberapa orang tua sering kali tergoda untuk menyelinap pergi tanpa pamit agar anak tidak menangis. Strategi ini sangat tidak disarankan karena dapat merusak rasa percaya (trust) anak. Anak akan merasa dibohongi dan justru menjadi jauh lebih protektif serta ketakutan di hari-hari berikutnya karena takut ditinggal secara tiba-tiba.

3. Berikan Jaminan Waktu Jemput yang Pasti

Anak kecil belum memahami konsep jam dengan baik, jadi hindari mengatakan "Bunda jemput jam 10 ya." Alih-alih menyebutkan angka, gunakan patokan aktivitas yang mudah mereka pahami, seperti: "Nanti setelah makan bekal dan bernyanyi bersama Ibu Guru selesai, Ayah sudah berdiri di depan gerbang untuk jemput kamu." Hal ini memberikan rasa aman bahwa perpisahan tersebut hanya bersifat sementara.

4. Validasi Perasaannya, Jangan Menyepelekan

Ketika anak menangis dan berkata takut, jangan memarahi atau membandingkannya dengan anak lain, seperti berkata "Masa begitu saja takut, lihat tuh temanmu enggak nangis." Kalimat tersebut membuat anak merasa bersalah atas emosinya. Sebaliknya, validasi perasaan mereka dengan tenang: "Bunda tahu kamu merasa takut karena ini tempat baru, wajar kok. Tapi di dalam nanti banyak mainan seru, yuk kita coba."

5. Tunjukkan Wajah Tenang dan Konsisten

Anak-anak adalah "pembaca emosi" yang sangat ulung. Jika mereka melihat gurat kecemasan, mata yang berkaca-kaca, atau keraguan pada wajah orang tuanya, mereka akan langsung menyimpulkan bahwa lingkungan sekolah memang tidak aman. Tunjukkan bahasa tubuh yang rileks, senyuman penuh percaya diri, dan konsistensi untuk terus melatihnya masuk kelas secara mandiri setiap hari.

Mengatasi separation anxiety membutuhkan proses dan kesabaran yang berbeda-beda bagi setiap anak. Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada pihak sekolah serta konsisten menerapkan kebiasaan positif ini, anak akan perlahan menyadari bahwa sekolah adalah tempat bermain dan belajar yang menyenangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....