Penyakit Kusta: Mitos, Gejala, dan Pengobatan yang Tepat
- 16 Jul 2026 07:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Penyakit kusta atau secara medis disebut Penyakit Hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit, saraf tepi, selaput lendir saluran napas atas, dan mata. Kusta bukanlah kutukan, bukan akibat dosa, dan bukan penyakit keturunan. Ini hanyalah penyakit menular biasa yang bisa disembuhkan sepenuhnya.
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap kusta dan memahami bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan diobati secara tuntas. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan, melainkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Obat untuk menyembuhkan kusta telah tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kusta tidak perlu ditakuti. Begitu pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularannya langsung menurun secara signifikan. Karena itu yang paling penting adalah menemukan kasus sedini mungkin," ujar Menkes.
Selain pengobatan, Menkes menekankan pentingnya menghilangkan stigma yang selama ini menyebabkan banyak penderita enggan memeriksakan diri hingga akhirnya mengalami kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah.
Penularan kusta terjadi sangat lambat dan tidak semudah anggapan orang. Penularan terjadi melalui:
- Kontak dekat dan berlangsung lama (lebih dari 6 bulan) dengan penderita yang belum diobati
- Percikan lendir hidung atau mulut saat penderita batuk/bersin
Hal yang tidak menularkan kusta:
- Bersalaman, berpelukan, atau makan bersama
- Menggunakan alat makan atau pakaian yang sama
- Gigitan serangga atau hubungan seksual
Gejala biasanya muncul 2–5 tahun setelah terpapar bakteri, bahkan bisa sampai 20 tahun. Tanda utamanya adalah:
- Bercak kulit berwarna terang atau kemerahan yang tidak terasa sakit, panas, atau dingin (hilang rasa)
- Tangan atau kaki terasa kesemutan, mati rasa, atau lemas
- Benjolan-benjolan di wajah, telinga, atau tubuh
- Kerusakan saraf yang menyebabkan sulit menggerakkan jari atau kelopak mata
Jika tidak diobati, kusta bisa menyebabkan kecacatan permanen pada tangan, kaki, dan mata. Kusta bisa disembuhkan total dengan pengobatan yang disebut Terapi Obat Kombinasi (POT) yang disediakan secara GRATIS oleh pemerintah Indonesia di Puskesmas atau Rumah Sakit.
- Pengobatan berlangsung selama 6 bulan hingga 12 bulan, tergantung jenis kusta
- Penderita sudah tidak menular setelah minum obat secara teratur selama beberapa minggu
- Harus menghabiskan obat sesuai petunjuk dokter, meskipun gejala sudah hilang, agar bakteri tidak kebal obat
Masalah terbesar kusta saat ini bukanlah penyakitnya, melainkan stigma sosial. Banyak penderita malu mencari pengobatan karena takut dikucilkan.
Langkah yang bisa dilakukan:
- Jauhi anggapan salah tentang kusta
- Dorong penderita untuk berobat ke fasilitas kesehatan terdekat
- Lakukan pemeriksaan rutin jika tinggal serumah dengan penderita
- Jaga kebersihan diri dan daya tahan tubuh
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....