Mengenal Siklus Tidur, Mengapa Light Sleep dan Deep Sleep Dibutuhkan Tubuh?

  • 13 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena - Tidur bukan sekadar memejamkan mata selama beberapa jam. Di balik waktu istirahat tersebut, tubuh melewati serangkaian fase yang dikenal sebagai siklus tidur. Dua di antaranya, yakni light sleep (tidur ringan) dan deep sleep (tidur nyenyak), memiliki peran berbeda namun sama pentingnya dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Banyak orang menganggap deep sleep merupakan satu-satunya fase tidur yang penting karena berkaitan dengan pemulihan tubuh. Padahal, para ahli menjelaskan bahwa light sleep juga memiliki fungsi krusial sebagai tahap transisi menuju tidur yang lebih dalam sekaligus membantu proses konsolidasi memori. Tanpa fase ini, seseorang tidak dapat mencapai deep sleep maupun fase Rapid Eye Movement (REM) secara normal.

Light sleep terjadi pada tahap awal tidur, yaitu fase N1 dan N2 dalam siklus Non-Rapid Eye Movement (NREM). Pada tahap ini, detak jantung mulai melambat, suhu tubuh menurun, otot menjadi lebih rileks, dan aktivitas otak berangsur melambat. Meskipun seseorang masih relatif mudah terbangun, fase ini menjadi fondasi penting agar tubuh dapat memasuki tahap tidur yang lebih dalam. (Sumber: www.nichd.nih.gov/health)

Selanjutnya, tubuh memasuki fase deep sleep atau NREM tahap 3 (N3). Pada fase ini, proses pemulihan berlangsung secara maksimal. Hormon pertumbuhan dilepaskan untuk membantu memperbaiki jaringan tubuh, memperkuat tulang dan otot, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Karena aktivitas otak berada pada titik paling rendah, seseorang juga akan lebih sulit dibangunkan ketika berada dalam fase ini.

Menurut lembaga kesehatan seperti National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), satu malam tidur umumnya terdiri atas empat hingga enam siklus. Setiap siklus berlangsung sekitar 80 hingga 100 menit dan terdiri dari fase light sleep, deep sleep, hingga REM. Pada awal malam, durasi deep sleep biasanya lebih panjang, sedangkan menjelang pagi fase REM akan semakin mendominasi untuk mendukung proses belajar, pengolahan emosi, dan pembentukan memori.

Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh lamanya seseorang tidur, tetapi juga oleh keseimbangan seluruh fase tidur tersebut. Oleh karena itu, menjaga kebiasaan tidur yang teratur, menghindari konsumsi kafein menjelang malam, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu tubuh menjalani setiap siklus tidur secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....