Kanker Paru Silent Killer, Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Kesembuhan
- 12 Jul 2026 11:12 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kanker paru masih menjadi salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit ini kerap baru terdiagnosis saat sudah memasuki stadium lanjut karena gejalanya mirip gangguan saluran pernapasan.
Dalam Dialog Bogor Pagi Ini edisi Jumat, 10 Juli 2026, Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi dr. Masdi, Sp. P, F. Onk, FISR mengingatkan pentingnya mengenali gejala kanker paru sejak dini. Menurutnya, batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, hingga batuk berdarah tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa.
"Kanker paru merupakan silent killer karena gejalanya hampir sama dengan penyakit saluran pernapasan. Karena itu skrining atau deteksi dini menjadi sangat penting bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko," ujar dr. Masdi.
Ia menjelaskan skrining dianjurkan bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun, terutama perokok aktif maupun pasif, pekerja yang terpapar bahan berbahaya, dan mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga. Pemeriksaan yang direkomendasikan adalah low-dose CT scan karena lebih sensitif dibandingkan foto rontgen dada dalam menemukan kanker paru stadium awal.
"Saat ini pemeriksaan yang disarankan adalah low-dose CT scan karena lebih sensitif dibandingkan rontgen dada. Jika ditemukan pada stadium awal, peluang keberhasilan pengobatan akan jauh lebih besar," katanya.
Menurut dr. Masdi, pembedahan masih menjadi terapi utama bagi pasien yang kanker parunya ditemukan pada stadium awal. Sebaliknya, pasien yang sudah memasuki stadium lanjut umumnya tidak lagi dapat menjalani operasi sehingga pengobatan difokuskan untuk memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup.
Ia juga mengingatkan bahwa bahaya rokok tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga anggota keluarga yang terpapar asap maupun residu racun pada pakaian. Selain itu, polusi udara, paparan zat berbahaya di tempat kerja, dan faktor keturunan turut meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.
"Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik, yaitu berhenti merokok, menghindari paparan asap rokok, menerapkan pola hidup sehat, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah ke kanker paru. Semakin dini ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan memiliki kualitas hidup yang baik," tutup dr. Masdi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....