Hormon GLP-1 Berperan Penting Mengatur Rasa Kenyang Tubuh Secara Alami
- 10 Jul 2026 22:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Rasa lapar yang muncul kembali sesaat setelah makan sering kali dianggap sebagai tanda kurangnya kemampuan seseorang dalam mengendalikan nafsu makan. Namun, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ika Devi, Sp.PD, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu dipengaruhi oleh faktor kebiasaan, melainkan juga berkaitan dengan mekanisme biologis yang terjadi di dalam tubuh.
Melalui unggahan di akun TikTok miliknya, dr. Ika menjelaskan bahwa tubuh memiliki hormon alami bernama Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) yang diproduksi oleh usus setelah seseorang mengonsumsi makanan. Hormon ini berfungsi mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh telah merasa kenyang sehingga seseorang berhenti makan pada waktu yang tepat. "Pada saat kita makan, usus kita akan memproduksi sebuah hormon yang namanya GLP-1, yang kemudian akan memberikan sinyal ke otak, mengatakan 'sudah stop, aku sudah kenyang'," ujarnya.
Selain memberikan sinyal kenyang, hormon GLP-1 juga memiliki peran penting dalam memperlambat proses pengosongan lambung dan pencernaan makanan. Dengan mekanisme tersebut, makanan bertahan lebih lama di saluran pencernaan sehingga rasa kenyang dapat berlangsung lebih lama dan keinginan untuk makan kembali dapat berkurang.
Namun, dr. Ika mengatakan bahwa tidak semua orang memiliki kerja hormon GLP-1 yang optimal. Ketika produksi atau respons hormon tersebut terganggu, seseorang dapat lebih cepat merasa lapar meskipun baru saja selesai makan. Akibatnya, keinginan untuk makan dalam porsi lebih banyak atau lebih sering menjadi lebih sulit dikendalikan. "Pada saat GLP-1 ini tidak bekerja secara optimal, yang terjadi adalah kita mudah lapar. Kita sudah makan kemudian merasa lapar lagi ataupun kita merasa sulit untuk mengontrol porsi makan," katanya.
| Baca juga: Tubuh Lelah Belum Tentu Mudah Terlelap Tidur |
Menurut dr. Ika, pemahaman mengenai fungsi hormon GLP-1 penting agar masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan diri sendiri maupun orang lain yang mengalami kesulitan mengendalikan berat badan. Faktor biologis memiliki peran yang tidak kalah besar dibandingkan pola makan dan gaya hidup dalam memengaruhi rasa lapar serta pengaturan berat badan.
Ia juga menegaskan bahwa obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya sebagai akibat kurangnya kemauan untuk mengurangi makan. Penanganannya memerlukan pendekatan medis yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi hormonal, metabolisme, pola makan, hingga aktivitas fisik. "Jadi yang namanya obesitas itu bukan hanya karena kurang kemauan untuk mengontrol makanan, tetapi sering kali bisa jadi karena ada faktor biologis yang harus diperbaiki. Jangan salah paham soal obesitas, carilah bantuan dari dokter yang tepat," ucapnya.
Dr. Ika mengimbau masyarakat yang mengalami rasa lapar berlebihan, kesulitan mengontrol porsi makan, atau mengalami obesitas agar tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan yang tepat dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari kondisi tersebut sehingga penanganan yang diberikan lebih efektif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....