Air Kelapa Bantu Hidrasi, Bukan Obat Penurun Asam Urat

  • 10 Jul 2026 22:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Air kelapa dikenal sebagai minuman yang kaya akan elektrolit alami dan sering dipilih untuk membantu mengembalikan cairan tubuh setelah beraktivitas. Namun, anggapan bahwa air kelapa mampu menurunkan kadar asam urat secara langsung ternyata tidak sepenuhnya benar. Bagi penderita asam urat, minuman ini hanya berperan sebagai pendukung dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, bukan sebagai terapi utama.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Endokrinolog, Hans Tandra, menjelaskan bahwa kandungan cairan dan elektrolit dalam air kelapa dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Penjelasan tersebut disampaikannya dalam podcast GoodTalk. "Air kelapa bukan obat asam urat, tetapi dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik sehingga proses pengeluaran asam urat menjadi lebih optimal," ujarnya.

Menurut Dr. Hans, menjaga kecukupan cairan merupakan salah satu langkah penting bagi penderita asam urat. Ketika tubuh memperoleh asupan cairan yang cukup, ginjal dapat bekerja lebih optimal dalam menyaring darah dan membantu mengeluarkan sisa metabolisme, termasuk asam urat, melalui urine. Kondisi ini dapat mendukung pengelolaan kadar asam urat agar tetap terkendali.

Meski memiliki manfaat dalam menjaga hidrasi, air kelapa tidak dapat menggantikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup yang dianjurkan oleh tenaga medis. Penderita asam urat tetap perlu menerapkan pola makan sehat, membatasi konsumsi makanan tinggi purin, menjaga berat badan ideal, serta rutin berolahraga sesuai kemampuan untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan.

Dr. Hans juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada anggapan bahwa satu jenis minuman mampu mengatasi asam urat secara instan. "Jangan berharap satu minuman bisa menyelesaikan masalah. Yang paling penting adalah pola hidup sehat secara keseluruhan," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa asam urat merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan, kebiasaan hidup, fungsi ginjal, hingga faktor genetik. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh melalui kombinasi pola hidup sehat, pengaturan asupan makanan, serta terapi medis apabila diperlukan agar kadar asam urat tetap terkontrol.

Selain menjaga pola makan, masyarakat juga dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap hari dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami nyeri sendi, pembengkakan, atau gejala asam urat yang berulang. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, penderita asam urat dapat mengendalikan penyakitnya sehingga tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....