Dampak Buruk Begadang Tingkatkan Risiko Diabetes dan Gangguan Hormon Insulin

  • 10 Jul 2026 21:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kebiasaan begadang tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes. Kurangnya waktu tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah sehingga risiko gangguan metabolisme akan semakin besar apabila kondisi tersebut terjadi secara terus-menerus.

Dokter Galuh Ayu melalui akun TikTok edukasi kesehatan Nucleus Health menjelaskan bahwa kurang tidur dapat memicu terjadinya resistensi insulin. Kondisi ini membuat sel-sel tubuh menjadi kurang peka terhadap hormon insulin sehingga kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan.

"Kurang tidur dapat menyebabkan resistensi insulin sehingga tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah," ujarnya.

Menurut Galuh, tidur memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, termasuk proses regulasi gula darah. Meskipun seseorang sedang tertidur, tubuh tetap aktif menjalankan berbagai proses biologis, salah satunya memproduksi hormon insulin yang berfungsi membantu mengatur kadar gula agar tetap berada dalam batas normal.

"Saat tidur, tubuh tetap bekerja mengatur berbagai proses metabolisme, termasuk menjaga keseimbangan gula darah melalui hormon insulin," katanya.

Ia menambahkan, ketika durasi tidur berkurang, kerja hormon insulin ikut terganggu. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak insulin untuk mengendalikan kadar gula darah. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, seseorang berisiko mengalami resistensi insulin yang menjadi salah satu faktor utama penyebab diabetes.

Lebih lanjut, Galuh mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan kadar gula darah seseorang setelah begadang dapat berada pada kondisi yang menyerupai pradiabetes. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kurang tidur bukan hanya berdampak pada penurunan energi dan konsentrasi, tetapi juga memengaruhi kesehatan metabolisme secara menyeluruh.

"Beberapa penelitian menunjukkan kadar gula darah setelah begadang dapat menyerupai kondisi pra-diabetes sehingga tidak boleh dianggap sepele," ucapnya

Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola tidur yang cukup dan teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan tidur setiap malam menjadi langkah penting untuk membantu tubuh menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mengontrol kadar gula darah.

Dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik dan menghindari begadang, risiko terjadinya resistensi insulin maupun diabetes dapat diminimalkan. Menjaga kualitas tidur menjadi investasi kesehatan jangka panjang yang tidak kalah penting dibandingkan pola makan sehat dan aktivitas fisik, sehingga fungsi metabolisme tubuh tetap optimal dan kesehatan dapat terjaga secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....