Penyakit DBD Cerminkan Adanya Masalah Lingkungan dan Perilaku Masyarakat
- 07 Jul 2026 06:30 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Persoalan demam berdarah dengue (DBD) bukan hanya sekadar berbicara tentang individu yang sakit. Munculnya kasus DBD juga menjadi penanda adanya persoalan lingkungan dan perilaku masyarakat yang masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Senin, 6 Juli 2026.
"Kita tidak bisa hanya fokus pada yang sakit. Pasti ada masalah lingkungan disitu, pasti ada masalah perilaku masyarakat," tegas Akademisi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo, Lia Amalia.
Menurut Lia, DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Urbanisasi yang semakin pesat, banyaknya tempat penampungan air yang tidak dikelola dengan baik, hingga pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang belum dilakukan secara intensif menjadi faktor yang mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama DBD.
"Gerakan PSN itu kadang, hanya dilakukan pada saat ada kasus. Setelah kasus menurun, kewaspadaan masyarakat untuk melakukan PSN sudah tidak digaungkan lagi," tuturnya.
Ia menyebut, DBD merupakan salah satu penyakit yang cukup sulit dituntaskan karena telah menjadi penyakit endemis di Indonesia yang selalu muncul setiap tahun, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, serta edukasi kepada masyarakat agar kesadaran dalam mencegah DBD terus meningkat.
"Alhamdulillah di pertengahan tahun ini, seperti di Kabupaten Gorontalo, kasusnya turun dari sebelumnya. Kita berharap ini bisa ditekan seminimal mungkin," pungkas Lia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....