Alasan TBC perlu Lebih Diwaspadai daripada Covid
- 05 Jul 2026 16:17 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Covid-19 dan tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang sama-sama menyerang sistem pernapasan. Namun, Ketua Tim Kerja Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Triyana Wahyudianto, menjelaskan TBC memiliki sejumlah karakteristik yang membuat penyakit ini dinilai perlu lebih diwaspadai dibanding Covid-19.
Salah satunya, bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC mampu bertahan dalam kondisi dorman atau "tidur" di dalam tubuh. Menurut Triyana, ketika daya tahan tubuh menurun, bakteri yang semula dorman dapat kembali aktif dan menyebabkan seseorang mengalami sakit TBC.
"Kalau sifat bakteri TBC itu bisa dorman. Ketika masuk ke dalam tubuh, bakteri itu masih hidup tetapi tidak menyerang. Saat daya tahan tubuh turun, bakteri itu bisa aktif kembali dan menyerang lagi. Itulah yang mungkin banyak masyarakat belum tahu," jelasnya, Minggu (5/7/2026).
Selain mampu bertahan dalam kondisi dorman, bakteri TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain selain paru-paru. Menurut Triyana, bakteri tersebut dapat menyerang tulang, kulit, usus, kelenjar, hingga selaput otak.
Triyana menambahkan, alasan lain yang membuat TBC perlu mendapat perhatian adalah munculnya kasus Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO). Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi ketika bakteri penyebab TBC telah kebal terhadap obat sehingga pengobatannya menjadi lebih sulit.
Selain itu, penderita TBC RO juga berpotensi menularkan bakteri yang telah resisten kepada orang lain. Menurut Triyana, TBC yang tidak ditangani hingga tuntas juga dapat berkembang menjadi penyakit kronis.
| Baca juga: Waspada TBC pada Anak, Kenali Gejalanya |
Kondisi tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami sakit berulang dalam waktu yang lama sehingga mengganggu aktivitas dan produktivitas, terutama pada usia produktif.
"Kalau TBC tidak terkendali, dia akan kronis. Bisa bertahun-tahun, sakit berulang, dan berdampak pada aktivitas seseorang. Kalau usia produktif, tentu bisa mengganggu pekerjaannya," ujarnya.
Triyana mengatakan pengendalian TBC hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat, stigma terhadap penderita, hingga masih adanya pasien yang enggan menjalani pengobatan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap TBC dengan mengenali gejala sejak dini, menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat diperlukan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....