Ibu Penderita TBC Tetap Bisa Menyusui, Ini Syaratnya

  • 05 Jul 2026 16:16 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dan umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu yang sedang menyusui.

Meski demikian, Ketua Tim Kerja Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Ponorogo, Triyana Wahyudianto, menegaskan ibu yang menderita TBC tetap dapat menyusui bayinya. Sebab, bakteri penyebab TBC tidak menular melalui air susu ibu (ASI), melainkan melalui udara.

"Bakteri TBC menular lewat udara. Jadi bukan lewat ASI," tegasnya, Minggu (5/7/2026).

Menurut Triyana, ibu yang didiagnosis TBC tidak perlu takut untuk tetap memberikan ASI kepada bayinya. Namun, ia menegaskan ibu tersebut harus menjalani pengobatan dengan obat antituberkulosis (OAT) secara rutin.

Ia juga menyebut obat antituberkulosis aman dikonsumsi oleh ibu hamil maupun ibu menyusui. Ia menjelaskan pengobatan yang dijalani secara teratur membantu menurunkan risiko penularan.

Menurutnya, setelah menjalani pengobatan rutin selama sekitar dua bulan, penderita umumnya tidak lagi menularkan TBC kepada orang lain. Selain menjalani pengobatan, Triyana mengimbau ibu penderita TBC menggunakan masker yang menutup rapat hidung dan mulut, terutama pada masa awal pengobatan.

Langkah tersebut bertujuan membantu mengurangi penyebaran bakteri TBC melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

"Kami harapkan ketika masih masa awal minum obat TBC, ibu yang menyusui tetap menggunakan masker yang standar, yaitu masker yang bisa menutup rapat hidung dan mulut. Karena kuman TBC keluar lewat batuk dan bersin. Kalau memakai masker yang rapat, kumannya akan tertahan di masker sehingga tidak keluar ke udara dan tidak menularkan ke orang di sekitar," ujarnya.

Lebih lanjut, Triyana mengimbau ibu yang menderita TBC tetap disiplin menjalani pengobatan dan menerapkan langkah pencegahan penularan selama beraktivitas bersama bayinya. Dengan demikian, ibu tetap dapat memberikan ASI sekaligus membantu melindungi bayi dan orang di sekitarnya dari risiko penularan TBC.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....