Diet Tinggi Protein Perlu Seimbang Demi Kesehatan Tubuh Optimal
- 03 Jul 2026 20:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Diet tinggi protein semakin populer di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan massa otot. Berbagai sumber protein seperti daging tanpa lemak, telur, ikan, susu, hingga suplemen protein kini menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Meski menawarkan berbagai manfaat, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi protein secara berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan.
Protein merupakan salah satu zat gizi esensial yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga kesehatan otot, serta mendukung berbagai proses metabolisme. Kandungan protein juga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga sering dimanfaatkan dalam program diet untuk membantu mengendalikan nafsu makan.
Menurut Dr. Donald K. Layman, protein memiliki peran penting dalam mempertahankan massa otot dan mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, kebutuhan protein setiap orang tidak sama karena dipengaruhi oleh usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan masing-masing. "Protein sangat penting bagi tubuh, tetapi jumlah konsumsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu," ujarnya.
Konsumsi protein dalam jumlah yang sesuai mampu memberikan manfaat optimal bagi kesehatan. Sebaliknya, asupan protein yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, dehidrasi, hingga menambah beban kerja ginjal, terutama pada individu yang telah memiliki riwayat penyakit ginjal. Selain itu, pola makan yang terlalu berfokus pada protein juga dapat mengurangi konsumsi serat, vitamin, dan mineral dari kelompok makanan lainnya.
Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa semakin banyak protein dikonsumsi, maka hasil diet akan semakin baik. Padahal, keberhasilan program diet tidak hanya ditentukan oleh satu jenis zat gizi. Tubuh tetap memerlukan keseimbangan antara protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral agar seluruh fungsi organ dapat berjalan secara optimal.
Para ahli menyarankan agar kebutuhan protein dipenuhi dari berbagai sumber makanan alami, seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Sementara itu, penggunaan suplemen protein sebaiknya dilakukan hanya ketika diperlukan atau berdasarkan anjuran tenaga kesehatan. "Mengombinasikan pola makan seimbang dengan aktivitas fisik yang rutin jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan konsumsi protein secara berlebihan," ucapnya.
Di tengah meningkatnya tren diet tinggi protein, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menentukan kebutuhan gizinya. Memahami jumlah protein yang sesuai serta menerapkan pola makan yang seimbang akan membantu memperoleh manfaat protein secara maksimal tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan di kemudian hari. Dengan demikian, tujuan menjaga berat badan maupun meningkatkan kebugaran dapat tercapai secara aman dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....