Dinkes Fakfak Validasi Data Program Penyakit Tidak Menular Tahun 2026
- 29 Jun 2026 13:22 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak melaksanakan kegiatan validasi data dan capaian evaluasi Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Tahun 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten Fakfak. Kegiatan tersebut diikuti oleh petugas pengelola program PTM dari tiga belas puskesmas di Fakfak, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaporan dan pemanfaatan data kesehatan berbasis aplikasi.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Matelda Rumatora, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan keakuratan data yang telah diinput oleh masing-masing puskesmas ke dalam sistem aplikasi. Menurutnya, validasi dilakukan dengan membandingkan data yang diinput di tingkat puskesmas dengan data yang tampil pada dashboard Dinas Kesehatan.
“Tujuan dan maksud dari kegiatan ini adalah melakukan validasi data, pertama untuk mengecek kebenaran dan kevalidan data puskesmas yang mereka input dengan yang kami evaluasi di Dinas Kesehatan. Karena sistem ini berbasis aplikasi, data yang mereka input otomatis dapat kami lihat melalui dashboard di Dinas Kesehatan,” kata Matelda.
Ia menjelaskan, selama proses evaluasi ditemukan sejumlah kendala, salah satunya terdapat data yang telah diinput oleh puskesmas namun tidak muncul pada dashboard aplikasi. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaporan data kesehatan dapat berjalan lebih optimal dan akurat.
Selain melakukan validasi data, Dinas Kesehatan juga memperkenalkan aplikasi baru bernama Cek Kesehatan Gratis (CKG) PTM. Aplikasi tersebut mulai digunakan untuk mendukung pelayanan deteksi dini penyakit tidak menular dan diharapkan dapat dipahami oleh seluruh petugas kesehatan sebagai pelengkap aplikasi Sehat Indonesiaku yang selama ini digunakan.
“Kami berharap teman-teman puskesmas dapat memahami aplikasi baru ini dan mengetahui cara menginput hasil pelayanan deteksi dini penyakit tidak menular. Data yang terkumpul nantinya berguna bagi puskesmas untuk analisis serta penyusunan kebijakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan penyakit tidak menular yang ditemukan di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.
Matelda menambahkan, data yang dihimpun melalui aplikasi tersebut juga menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak dalam menyusun berbagai program dan kegiatan penanganan penyakit tidak menular secara menyeluruh di tingkat kabupaten sesuai dengan kebutuhan yang teridentifikasi dari hasil pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Cek Kesehatan Gratis secara mandiri melalui platform SatuSehat Mobile. Pengguna cukup mengisi identitas diri serta faktor risiko kesehatan seperti tinggi badan dan berat badan. Selanjutnya aplikasi akan memberikan indikator berwarna hijau, kuning, atau merah sebagai hasil skrining awal yang menjadi acuan untuk mendapatkan tindak lanjut pelayanan di fasilitas kesehatan.
“Apabila hasil skrining menunjukkan warna merah, masyarakat diharapkan segera datang ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Dashboard petugas juga akan menampilkan siapa saja yang telah mendaftar sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Menurut Matelda, skrining penyakit tidak menular dilakukan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi usia di atas 24 jam hingga lanjut usia. Jenis penyakit yang menjadi sasaran skrining meliputi penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, penyakit ginjal dan jantung, berbagai jenis kanker, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, serta faktor risiko lainnya. Ia berharap deteksi dini melalui aplikasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah timbulnya penyakit tidak menular sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis data di Kabupaten Fakfak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....