Bahaya Nyata Perokok Pasif Berbanding Aktif dan Rentan pada Anak
- 29 Jun 2026 10:32 WIB
- Jambi
RRI.co.id, JAMBI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi kembali membunyikan alarm kewaspadaan terkait dampak buruk kebiasaan merokok terhadap kesehatan masyarakat. Tidak hanya menjadi pemicu utama berbagai penyakit kronis, perilaku merokok kini dinilai kian mengancam generasi muda akibat maraknya persepsi keliru bahwa rokok elektrik (vape) jauh lebih aman daripada rokok konvensional.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jambi, Kartika Rini, menegaskan bahwa zat-zat beracun dalam rokok bertindak sebagai perusak senyap pembuluh darah yang dampaknya akan terakumulasi secara fatal dalam jangka panjang.
Merusak Pembuluh Darah dari Dalam . Menurut Kartika Rini, banyak perokok aktif yang hanya fokus pada ancaman penyakit paru-paru atau kanker, padahal bahaya nyata yang terjadi setiap kali asap atau uap dihirup adalah kerusakan langsung pada sistem kardiovaskular. Nikotin dan karbon monoksida yang masuk ke dalam tubuh memaksa jantung bekerja lebih keras sekaligus mengikis elastisitas pembuluh darah.
"Asap rokok itu langsung merusak lapisan dalam pembuluh darah (endotel). Akibatnya, terjadi pengerasan dan penyempitan saluran darah. Kondisi inilah yang memicu terjadinya sumbatan, hingga akhirnya berujung pada stroke atau serangan jantung mendadak di usia muda," ujar Kartika Rini, Sabtu, 27 Juni 2026.
Beliau juga menepis anggapan bahwa beralih ke rokok elektrik atau vape adalah solusi aman untuk berhenti merokok. Secara klinis, zat kimia dan cairan perasa yang dipanaskan dalam vape tetap mengandung bahan karsinogenik dan nikotin yang memiliki efek merusak yang sama bagi jantung dan organ pernapasan.
Ancaman Nyata bagi Perokok Pasif di Lingkungan Keluarga
Selain membahayakan diri sendiri, Kartika Rini menyoroti egoisme dari perilaku merokok yang mengorbankan orang-orang di sekitarnya, terutama anak-anak dan ibu hamil sebagai perokok pasif (secondhand smokers).
Banyak kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma pada balita di Kota Jambi setelah ditelusuri ternyata bersumber dari paparan asap rokok anggota keluarga di dalam rumah.
"Ingat, racun dari asap rokok itu tidak hilang begitu saja saat asapnya tidak terlihat. Zat beracunnya menempel di baju, gorden, dan karpet (thirdhand smoke). Jadi, ketika Anda merokok di dekat anak, Anda sedang secara perlahan merusak masa depan kesehatan mereka," tegas Kartika Rini.
Ajakan Mengambil Langkah Berani: Berhenti Total
Sebagai langkah konkret menekan angka perokok dan penyakit penyertanya, Dinkes Kota Jambi terus mengoptimalkan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di fasilitas umum, sekolah, tempat kerja, dan tempat ibadah. Masyarakat juga difasilitasi untuk mengakses layanan konseling berhenti merokok di Puskesmas-Puskesmas terdekat.
Kartika Rini mengimbau masyarakat, terutama para kepala keluarga dan remaja, untuk memiliki kesadaran dan tekad yang kuat dalam menghentikan kebiasaan ini.
"Berhenti merokok memang tidak mudah dan butuh proses. Namun, itu adalah keputusan investasi kesehatan terbaik yang bisa Anda berikan untuk diri sendiri dan keluarga tercinta. Sayangi jantung Anda, sayangi paru-paru anak-anak kita, mulailah berhenti merokok dari sekarang," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....