Berapa Banyak Air Mineral yang Harus Diminum Setiap Hari?
- 28 Jun 2026 18:32 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Air merupakan komponen utama tubuh manusia yang menyusun sekitar 50 hingga 70 persen berat badan orang dewasa. Cairan ini berperan penting dalam menjaga suhu tubuh, mengangkut nutrisi, melancarkan metabolisme, hingga membantu mengeluarkan zat sisa melalui urine dan keringat.
Kebutuhan air minum setiap orang tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta suhu lingkungan. Menurut rekomendasi National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine (NASEM) Amerika Serikat, asupan cairan harian yang dianjurkan sekitar 3,7 liter untuk pria dewasa dan 2,7 liter untuk wanita dewasa, termasuk cairan yang berasal dari makanan dan minuman.
Sementara itu, jika hanya menghitung konsumsi air mineral atau air putih, sebagian besar orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 2 hingga 2,5 liter per hari atau setara dengan delapan hingga sepuluh gelas berukuran 250 mililiter. Namun, kebutuhan tersebut dapat meningkat saat cuaca panas, berolahraga, mengalami demam, atau pada ibu hamil dan menyusui karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan.
Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah tubuh mendapatkan cairan yang cukup adalah dengan memperhatikan warna urine. Urine yang berwarna kuning muda atau bening umumnya menunjukkan kondisi hidrasi yang baik, sedangkan urine berwarna kuning pekat dapat menjadi tanda tubuh mulai mengalami kekurangan cairan dan membutuhkan tambahan asupan air.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2019 oleh Lawrence E. Armstrong dari University of Connecticut, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa dehidrasi ringan, yakni kehilangan cairan tubuh sekitar satu hingga dua persen dari berat badan, sudah dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, suasana hati, dan performa fisik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa menjaga hidrasi secara konsisten lebih efektif dibandingkan menunggu hingga merasa haus.
Meski demikian, mengonsumsi air secara berlebihan juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan kondisi hiponatremia, yaitu kadar natrium dalam darah menjadi terlalu rendah akibat pengenceran cairan tubuh. Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi lebih berisiko dialami oleh atlet olahraga ketahanan atau seseorang yang meminum air dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat tanpa mengganti elektrolit yang hilang.
Para ahli menyarankan masyarakat membiasakan minum air putih secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Selain memenuhi kebutuhan cairan harian, pola tersebut juga membantu menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal, meningkatkan energi, mendukung kesehatan ginjal, serta mengurangi risiko dehidrasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....