Jerawat Punggung: Masalah Kulit yang Sering Diabaikan

  • 27 Jun 2026 10:03 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jerawat punggung atau truncal acne merupakan masalah kulit yang cukup umum terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda. Kondisi ini muncul akibat penyumbatan folikel rambut oleh minyak, sel kulit mati, serta pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes yang memicu peradangan.

Meski sering dianggap serupa dengan jerawat wajah, para peneliti menemukan bahwa kulit punggung memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ketebalan kulit, distribusi kelenjar minyak, serta kondisi mikrobioma membuat penanganan jerawat punggung memerlukan pendekatan yang lebih spesifik.

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine tahun 2022 menjelaskan bahwa faktor utama penyebab jerawat punggung meliputi hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi Cutibacterium acnes, dan proses inflamasi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa produksi minyak pada area punggung tidak selalu setinggi di wajah, sehingga faktor lain seperti gesekan pakaian, keringat, dan kelembapan turut berperan.

Penelitian lain yang dimuat dalam Journal of Cosmetic Dermatology tahun 2026 mengungkapkan adanya perbedaan komposisi mikrobioma antara kulit wajah dan punggung. Studi tersebut menemukan bahwa keberagaman strain Cutibacterium acnes di punggung cenderung lebih rendah dan berkaitan dengan tingkat keparahan jerawat.

Dari sisi penanganan, para ahli merekomendasikan terapi yang disesuaikan dengan tingkat keparahan jerawat. Penggunaan benzoyl peroxide, retinoid topikal, maupun terapi oral pada kasus tertentu dinilai dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat sekaligus menekan peradangan.

Meski demikian, jerawat punggung masih tergolong sebagai kondisi yang kurang mendapat perhatian dalam penelitian dibandingkan jerawat wajah. Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa keluhan ini dapat menimbulkan bekas luka permanen serta memengaruhi kualitas hidup dan kepercayaan diri penderitanya.

Para dermatolog menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan munculnya jerawat di area punggung, terutama jika disertai nyeri, peradangan berat, atau meninggalkan bekas luka. Konsultasi dengan tenaga medis dan penerapan perawatan kulit yang tepat dapat membantu mengendalikan kondisi tersebut sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....