Mengatasi Asam Urat dan Radang Sendi: Kenali Perbedaannya

  • 26 Jun 2026 13:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Asam urat dan radang sendi sering dianggap sebagai penyakit yang sama. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda, meski memiliki gejala yang hampir serupa dan dapat saling berkaitan.

Asam urat (gout) terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada persendian karena kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Sementara itu, radang sendi (arthritis) adalah peradangan pada satu atau beberapa sendi yang menyebabkan nyeri, bengkak, kaku, serta keterbatasan gerak.

Kedua kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada orang dewasa dan lanjut usia. Dengan penanganan yang tepat, gejalanya dapat dikendalikan sehingga risiko kerusakan sendi dapat diminimalkan.

Beberapa gejala umum asam urat dan radang sendi antara lain:

  • Nyeri hebat yang muncul secara mendadak, terutama pada jempol kaki, lutut, pergelangan tangan, atau jari.
  • Sendi tampak bengkak, kemerahan, terasa panas, dan nyeri saat disentuh.
  • Sendi terasa kaku, terutama pada pagi hari.
  • Gerakan menjadi terbatas karena rasa sakit.
  • Pada penderita asam urat, pemeriksaan darah dapat menunjukkan kadar asam urat di atas 7 mg/dL pada pria dan di atas 6 mg/dL pada wanita.

Penanganan Secara Medis

Saat Serangan Akut

Dokter dapat memberikan beberapa jenis obat untuk meredakan peradangan dan nyeri, di antaranya:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, natrium diklofenak, atau selekoksib.
  • Kolkisin, yang khusus digunakan untuk mengatasi serangan asam urat.
  • Kortikosteroid apabila OAINS atau kolkisin tidak dapat digunakan atau tidak memberikan hasil yang optimal.

Pengobatan Jangka Panjang

Untuk mencegah kekambuhan, dokter dapat meresepkan:

  • Alopurinol atau febuksostat untuk menurunkan produksi asam urat.
  • Benzbromaron pada kondisi tertentu untuk membantu pengeluaran asam urat melalui ginjal.
  • Natrium bikarbonat dalam kondisi tertentu sesuai pertimbangan dokter.

Seluruh obat tersebut harus digunakan sesuai resep dan pengawasan tenaga medis. Pasien tidak dianjurkan mengubah dosis atau menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Pendekatan Alami sebagai Pendamping

Selain pengobatan medis, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan:

  • Minum air putih 2–3 liter setiap hari agar ginjal lebih optimal membuang kelebihan asam urat.
  • Mengonsumsi minuman hangat berbahan kunyit dan jahe yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi alami.
  • Mengompres sendi yang bengkak dengan kompres dingin selama 15–20 menit untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Beberapa masyarakat juga memanfaatkan rebusan daun salam, daun sirsak, kulit manggis, atau temulawak sebagai pengobatan tradisional. Namun, hingga saat ini bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih terbatas sehingga penggunaannya tidak boleh menggantikan terapi medis yang telah direkomendasikan dokter.

Pola Makan yang Dianjurkan

Penderita asam urat dianjurkan memilih makanan rendah purin, seperti:

  • Sayuran hijau, wortel, kentang, dan tomat.
  • Buah-buahan seperti pisang, apel, ceri, jeruk, dan nanas.
  • Susu rendah lemak.
  • Telur secukupnya.
  • Air putih, teh hijau, dan air kelapa.

Sebaliknya, makanan berikut sebaiknya dibatasi:

  • Daging merah dan jeroan.
  • Daging olahan.
  • Makanan laut seperti kerang, udang, kepiting, dan sarden.
  • Minuman beralkohol, minuman bersoda, serta minuman tinggi gula.
  • Kaldu kental dan makanan tinggi lemak jenuh.

Pentingnya Perubahan Gaya Hidup

Pengendalian asam urat tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga kebiasaan sehari-hari, antara lain:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Berolahraga secara rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Hindari aktivitas berat saat sendi sedang nyeri.
  • Tidur yang cukup dan mengelola stres.
  • Tidak memijat sendi yang sedang mengalami peradangan karena dapat memperparah kondisi.

Ramuan Tradisional yang Banyak Digunakan Masyarakat

Sebagian masyarakat juga menggunakan cara tradisional berupa irisan mentimun dan daun kol.

Bahan:

  • Mentimun secukupnya.
  • Daun kol secukupnya.
  • Plastik pembungkus (plastic wrap).

Cara penggunaan:

Iris tipis mentimun, kemudian tempelkan pada bagian sendi yang terasa nyeri atau mengalami peradangan. Tutup menggunakan daun kol, lalu balut dengan plastic wrap. Balutan dapat dibiarkan selama beberapa jam atau semalaman.

Meski cara ini dipercaya sebagian masyarakat dapat memberikan rasa nyaman atau membantu mengurangi nyeri, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa metode tersebut dapat mengatasi asam urat atau radang sendi. Karena itu, penggunaannya sebaiknya hanya sebagai pelengkap dan bukan pengganti pengobatan medis.

Tips Pencegahan

Untuk menurunkan risiko kekambuhan asam urat:

  • Hindari konsumsi jeroan karena mengandung purin tinggi.
  • Batasi makanan tinggi purin lainnya.
  • Kurangi konsumsi minuman manis dan makanan tinggi kalori.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Lakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit ini.

Asam urat dan radang sendi memang tidak dapat sembuh secara instan. Namun, dengan diagnosis yang tepat, pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan sehat, serta perubahan gaya hidup yang konsisten, kedua kondisi tersebut dapat dikendalikan dengan baik. Penanganan sejak dini juga membantu mencegah kerusakan sendi dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....