Pancaroba di Gorontalo, Warga Diminta Waspadai Risiko Penyakit
- 26 Jun 2026 13:49 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID Gorontalo – Musim pancaroba yang saat ini terjadi di Gorontalo membawa dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Perubahan cuaca yang berlangsung secara cepat dari panas terik menjadi hujan deras dalam satu hari dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Akademisi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Lia Amalia, menjelaskan bahwa pancaroba merupakan masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau, maupun sebaliknya. Kondisi tersebut ditandai dengan perubahan suhu dan kelembaban udara yang tidak menentu.
Menurutnya, cuaca yang berubah-ubah dalam waktu singkat menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan daya tahan tubuh masyarakat. Ketika daya tahan tubuh menurun, seseorang akan lebih mudah terserang penyakit.
“Ketika terjadi pancaroba, perubahan suhu dan kelembaban yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh. Ketika daya tahan tubuh menurun, masyarakat menjadi rentan terserang penyakit,” ujar Lia Amalia.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan selama musim pancaroba juga dapat mendukung berkembangnya berbagai penyebab penyakit sehingga risiko penularan kepada manusia menjadi lebih tinggi. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan yang sering muncul saat pergantian musim.
Meski demikian, Lia menegaskan dampak kesehatan akibat pancaroba dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan. Masyarakat diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta rutin berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh.
Dengan menjaga kondisi tubuh tetap prima, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim pancaroba berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....