Nasi Terlihat Normal, Waspadai Ancaman Bakteri Tak Terlihat
- 26 Jun 2026 00:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu- Nasi yang tampak masih putih, tidak bau, dan tidak berlendir sering dianggap masih aman untuk dikonsumsi. Padahal, tidak semua risiko pangan bisa dideteksi hanya dari apa yang terlihat, tercium, atau terasa.
Banyak orang mengandalkan indra sebagai penentu utama kualitas makanan. Namun dalam beberapa kasus, makanan yang tampak “baik-baik saja” justru bisa menyimpan potensi bahaya yang tidak kasatmata.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah nasi yang dibiarkan terlalu lama di dalam rice cooker. Kebiasaan ini terlihat praktis, tetapi menyimpan risiko kesehatan jika tidak dikelola dengan benar.
| Baca juga: Rambut Rontok dan Kebotakan, Apa Bedanya? |
Menurut Rien Agustine seorang Food Safety Advisor , mode “warm” pada rice cooker sebenarnya hanya berfungsi menjaga suhu, bukan untuk mengawetkan nasi sepanjang hari. Artinya, nasi yang dibiarkan terlalu lama tetap bisa mengalami penurunan kualitas.
Setelah lebih dari 12 jam, uap air yang terperangkap di dalam rice cooker akan mengembun dan menetes kembali ke nasi. Kondisi ini membuat nasi menjadi lembek, muncul aroma asam tipis, dan menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri seperti Bacillus cereus.
Bakteri tersebut dikenal dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, hingga diare. Yang perlu diwaspadai, keberadaan bakteri ini tidak selalu disertai perubahan mencolok pada tampilan nasi.
| Baca juga: Kenali Ciri-ciri Hamil Anggur |
Untuk mengurangi risiko, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan setelah nasi matang. Segera aduk nasi agar uap panas keluar merata dan tidak terjebak di dalam rice cooker.
Selain itu, disarankan untuk memasak nasi dalam jumlah secukupnya. Memasak dua kali sehari jauh lebih baik dibandingkan menyimpan nasi terlalu lama yang berisiko kehilangan kualitas dan nilai gizinya.
Dengan memahami cara penyimpanan yang tepat, kita bisa menjaga keamanan makanan sehari-hari. Ingat, makanan yang terlihat aman belum tentu benar-benar bebas dari risiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....