Rambut Rontok dan Kebotakan, Apa Bedanya?

  • 31 Mei 2026 13:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang menganggap rambut rontok dan kebotakan sebagai kondisi yang sama. Padahal, keduanya memiliki penyebab, pola, dan tingkat keparahan yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak selalu sama.

Rambut rontok merupakan kondisi ketika helai rambut lepas dari kulit kepala dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Secara normal, seseorang dapat kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut yang alami.

Kerontokan dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari stres, kurang tidur, perubahan hormon, pola makan yang tidak seimbang, hingga kondisi kesehatan tertentu. Dalam banyak kasus, rambut yang rontok masih dapat tumbuh kembali setelah penyebab utamanya berhasil diatasi.

Sementara itu, kebotakan atau alopecia merupakan kondisi ketika pertumbuhan rambut mengalami gangguan sehingga rambut yang hilang tidak tergantikan secara optimal. Kebotakan sering ditandai dengan garis rambut yang terus mundur, penipisan rambut di area tertentu, atau munculnya bagian kulit kepala yang semakin terlihat jelas.

Salah satu bentuk kebotakan yang paling umum adalah androgenetic alopecia atau kebotakan pola pria dan wanita. Kondisi ini berkaitan dengan faktor genetik dan sensitivitas folikel rambut terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT), yang dapat menyebabkan folikel rambut mengecil secara bertahap hingga akhirnya berhenti menghasilkan rambut yang sehat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Reviews Disease Primers pada tahun 2024 menjelaskan bahwa androgenetic alopecia merupakan penyebab kebotakan paling sering terjadi di dunia dan dapat memengaruhi lebih dari separuh pria serta sebagian besar wanita seiring bertambahnya usia. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa deteksi dan penanganan sejak dini memberikan peluang lebih besar untuk mempertahankan kepadatan rambut dibandingkan ketika kerusakan folikel sudah berlangsung lama.

Para ahli menyarankan agar seseorang segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kerontokan berlebihan yang berlangsung selama beberapa bulan atau muncul area kepala yang semakin menipis. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan apakah kondisi tersebut hanya kerontokan sementara atau sudah mengarah pada proses kebotakan yang memerlukan penanganan khusus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....