Waspada! Risiko Heat Stroke Meningkat saat Kemarau Ekstrem
- 24 Jun 2026 10:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kementerian Kesehatan menyebut dehidrasi ekstrem dan heat stroke, sebagai gangguan kesehatan yang berpotensi meningkat selama cuaca panas berkepanjangan. Gangguan itu rentan terjadi, pada usia anak-anak.
Dosen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer UMY, dr. Siti Rizki Fauziah memastikan, fenomena cuaca panas yang terjadi belakangan ini, dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan anak.
Hal tersebut disebabkan, sistem pengaturan suhu tubuh anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum bekerja seefektif orang dewasa. ”Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan sehingga sistem regulasi tubuh mereka belum sesempurna orang dewasa,” ucapnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Kondisi panas yang berlangsung terus-menerus dapat memberikan beban yang lebih besar bagi tubuh anak-anak, dibandingkan tubuh orang dewasa. Kerentanan anak terhadap heat stroke dipengaruhi oleh sejumlah faktor fisiologis.
Salah satunya adalah luas permukaan tubuh anak yang relatif lebih besar dibandingkan berat badannya. Kondisi tersebut membuat tubuh anak lebih cepat menyerap panas dari lingkungan sekitar ketika suhu udara meningkat.
Selain itu, anak juga menghasilkan panas tubuh lebih tinggi saat beraktivitas. Ketika bermain, berlari, atau melakukan aktivitas fisik lainnya, produksi panas metabolik pada anak lebih besar dibandingkan orang dewasa.
Sementara itu, mekanisme pendinginan tubuh melalui penguapan keringat belum bekerja secara optimal sehingga pelepasan panas menjadi kurang efisien. Di sisi lain, sistem kelenjar keringat mereka belum bekerja seefektif orang dewasa.
”Sehingga proses pembuangan panas lebih sulit,” ujarnya. ”Tidak hanya faktor fisik, perilaku anak juga turut meningkatkan risiko terkena heat stroke akibat kondisi cuaca.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....