Kenapa scroll Hp bisa bikin stres
- 30 Jun 2026 13:53 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak- Di era digital, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling media sosial, berita, atau video di ponsel. Aktivitas ini memang terasa ringan dan menghibur, tetapi jika dilakukan terus-menerus, justru dapat meningkatkan tingkat stres. Mengapa hal ini bisa terjadi?
1. Otak Terpapar Terlalu Banyak Informasi
Saat scrolling, otak menerima aliran informasi yang sangat cepat dan beragam. Dalam hitungan menit, seseorang bisa melihat berita politik, video lucu, tips kesehatan, hingga kabar buruk dari berbagai belahan dunia. Kondisi ini dikenal sebagai information overload atau kelebihan informasi.
Ketika otak harus terus-menerus memproses informasi baru tanpa jeda, energi mental terkuras lebih cepat. Akibatnya, seseorang dapat merasa lelah, sulit fokus, dan lebih mudah mengalami stres.
| Baca juga: Tujuh Cara Kurangi Screen Time tanpa Stres |
2. Doomscrolling dan Paparan Berita Negatif
Banyak orang tanpa sadar melakukan doomscrolling, yaitu kebiasaan terus mencari dan membaca berita negatif atau mengkhawatirkan. Algoritma media sosial sering menampilkan konten yang memancing emosi karena lebih menarik perhatian pengguna.
Paparan berita buruk yang berulang dapat meningkatkan rasa cemas dan membuat seseorang merasa dunia lebih berbahaya daripada kenyataannya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan mental.
3. Perbandingan Sosial yang Tidak Sehat
Media sosial sering menampilkan momen terbaik dalam hidup seseorang: liburan mewah, pencapaian karier, tubuh ideal, atau hubungan yang terlihat sempurna. Saat melihatnya terus-menerus, banyak orang mulai membandingkan hidup mereka dengan orang lain.
| Baca juga: Nyeri yang Sering Dianggap Sepele saat Kerja |
Perbandingan ini dapat memunculkan perasaan tidak cukup baik, iri hati, atau rendah diri. Padahal, yang terlihat di media sosial sering kali hanyalah potongan kecil dari kenyataan.
4. Sistem Hadiah yang Membuat Ketagihan
Setiap kali menemukan konten menarik, menerima like, atau melihat notifikasi baru, otak melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang terkait dengan rasa senang dan penghargaan.
Masalahnya, dorongan dopamin ini membuat seseorang ingin terus mengecek ponsel. Ketika tidak mendapatkan stimulasi yang sama, muncul rasa bosan, gelisah, atau bahkan stres. Akibatnya, scrolling menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
5. Mengganggu Kualitas Tidur
Banyak orang scrolling sebelum tidur. Cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Selain itu, konten yang memancing emosi atau pikiran juga membuat otak tetap aktif.
Kurang tidur berkaitan erat dengan meningkatnya stres, emosi yang lebih tidak stabil, dan kemampuan konsentrasi yang menurun.
Cara Mengurangi Stres Akibat Scroll HP
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Menetapkan batas waktu penggunaan media sosial setiap hari.
- Menghindari penggunaan ponsel 30–60 menit sebelum tidur.
- Mematikan notifikasi yang tidak penting.
- Mengikuti akun yang memberikan informasi positif dan bermanfaat.
- Melakukan aktivitas offline seperti olahraga, membaca buku, atau berbincang langsung dengan orang lain.
- Mengambil jeda digital (digital detox) secara berkala.
Scroll HP tidak selalu buruk. Namun, ketika dilakukan secara berlebihan dan tanpa sadar, aktivitas ini dapat memicu stres melalui kelebihan informasi, paparan berita negatif, perbandingan sosial, gangguan tidur, dan ketergantungan pada stimulasi digital. Menggunakan ponsel secara lebih sadar dan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus tetap menikmati manfaat teknologi,demikian di kutip Indozone.Id.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....