Dampak Obesitas Ibu Hamil dengan Resiko Distress Respirasi pada Bayi

  • 18 Jun 2026 12:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Obesitas atau gemuk berlebih pada wanita usia produktif semakin meningkat di seluruh dunia. Hal ini juga menyebabkan semakin banyak ibu hamil dengan obesitas. Padahal kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi.

Dikutip dari laman sardjito.co.id, distress respirasi adalah kondisi ketika bayi baru lahir mengalami kesulitan bernapas sehingga tubuhnya tidak mampu menjaga pernapasan tetap stabil. Hal ini terjadi karena proses masuknya udara ke paru-paru dan pertukaran oksigen dengan tubuh tidak berjalan dengan baik.

Gejalanya berupa nafas cepat dan terlihat tarikan dinding dada. Bayi juga terlihat sesak nafas pada kondisi ini.

Bayi dari ibu obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami distress respirasi setelah lahir. Bahkan setelah memperhitungkan faktor lain, risikonya tetap meningkat.

Ibu hamil dengan obesitas rentan mengalami resistensi insulin. Ketika ibu mengalami resistensi insulin, kadar gula darah dalam tubuh menjadi lebih tinggi.

Gula ini dapat dengan mudah berpindah dari tubuh ibu ke janin melalui plasenta. Akibatnya, kadar gula dalam tubuh bayi juga ikut meningkat, sehingga tubuh bayi memproduksi lebih banyak hormon insulin.

Kondisi gula tinggi dan insulin tinggi pada janin dapat mengganggu pembentukan surfaktan, yaitu zat penting yang membantu paru-paru bayi bekerja dengan baik saat lahir. Jika surfaktan tidak terbentuk optimal, bayi berisiko mengalami gangguan pernapasan setelah lahir (sindrom distress respirasi).

Penting diperhatikan oleh ibu hamil untuk selalu konsultasi berat badan dengan tenaga kesehatan. Menjaga pola makan seimbang dan tetap aktif secara fisik sesuai anjuran dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....