Dinkes Madiun Imbau Warga Waspadai ISPA saat Musim Kemarau

  • 08 Jun 2026 14:21 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau. Salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujiyanto, mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia juga menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta memperbanyak konsumsi air putih selama musim kemarau.

"Kami menghimbau kepada masyarakat satu tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kedua, kami sarankan untuk memakai masker jika dia ke luar. Kemudian jangan lupa banyak konsumsi air putih," ujarnya, Senin 8 Juni 2026.

Agung menambahkan masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Lebih lanjut, Agung menyampaikan Dinkes Kabupaten Madiun telah melakukan langkah kewaspadaan dan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk mengantisipasi sejumlah penyakit yang berpotensi muncul pada musim kemarau. Salah satunya melalui surat edaran kepada seluruh Puskesmas.

"Kami sudah membuat surat edaran kepada Puskesmas untuk mewaspadai beberapa penyakit di antaranya influenza, ISPA, pneumonia, terus kemudian diare, dan demam berdarah dengue (DBD) jika terjadi hujan lagi," ujarnya.

Selain itu, Dinkes juga meminta Puskesmas memastikan ketersediaan obat-obatan, kesiapan layanan rawat inap, serta memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui petugas promosi kesehatan.

Agung menjelaskan Dinkes juga memperkuat sistem surveilans. Petugas di puskesmas, pustu, dan polindes diminta memantau kemungkinan peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan musim kemarau.

Menurut Agung, apabila ditemukan peningkatan kasus tertentu, Dinkes akan berkoordinasi dengan tenaga promosi kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penyebaran penyakit.

"Ketika ada lonjakan, mereka akan bekerja untuk edukasi bersama dengan promkes di Puskesmas," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....