Gubes FK UNAIR: Pemenuhan Mikronutrien Atlet Masih Terabaikan
- 04 Jun 2026 20:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kecukupan gizi atlet di Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan, terutama dalam pemenuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Dosen Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof. Bambang Purwanto, mengatakan perhatian terhadap kebutuhan gizi atlet selama ini lebih banyak terfokus pada makronutrien
Padahal, kebutuhan zat gizi tersebut berperan penting dalam menjaga performa, kekuatan otot, hingga mencegah cedera saat berolahraga. Asupan karbohidrat, protein, dan lemak kerap menjadi perhatian utama dalam program nutrisi atlet.
Menurutnya, pemenuhan mikronutrien justru masih sering terabaikan. Kondisi tersebut membuat banyak atlet berisiko mengalami kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang aktivitas fisik berintensitas tinggi.
"Kecukupan gizi atlet kurang mendapatkan perhatian serius. Solusi untuk meningkatkan kecukupan gizi, terutama mikronutrien, masih sangat jarang dilakukan," kata Guru Besar (Gubes) FK UNAIR, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, berbagai pihak selama ini telah memberikan perhatian besar terhadap kebutuhan makronutrien atlet. Namun, kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral masih sering luput dari pengawasan maupun evaluasi rutin.
"Kalau makronutrien seperti karbohidrat, protein, bahkan lemak sudah banyak mendapat perhatian. Tetapi mikronutrien sering kali terabaikan," ujarnya.
Bambang mencontohkan kebutuhan vitamin B3 dan vitamin D yang masih belum terpenuhi secara optimal pada sebagian atlet. Kekurangan kedua vitamin tersebut dapat berdampak langsung terhadap performa dan kesehatan fisik atlet.
"Kebutuhan vitamin seperti vitamin B3 atau vitamin D di kalangan atlet kita cukup memprihatinkan. Banyak yang belum mendapatkan asupan yang cukup," katanya.
Ia menegaskan, kekurangan mikronutrien dapat memengaruhi kekuatan otot, keseimbangan tubuh, hingga meningkatkan risiko cedera. Karena itu, pemantauan status gizi atlet perlu dilakukan secara lebih komprehensif.
"Kekurangan vitamin dan mineral dapat berdampak pada kekuatan otot, keseimbangan. Bahkan dapat menyebabkan terjadinya cedera," ucapnya.
Prof. Bambang berharap pemenuhan mikronutrien dapat menjadi perhatian bersama dalam pembinaan atlet. Dengan dukungan gizi yang seimbang, atlet diharapkan mampu mencapai performa optimal sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....