Hepatitis: Memahami Penyakit Peradangan Hati yang Perlu Diwaspadai

  • 05 Jun 2026 08:06 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Hepatitis adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut peradangan atau pembengkakan pada organ hati. Hati merupakan organ penting dalam tubuh yang berfungsi menyaring racun, memproduksi empedu untuk pencernaan, menyimpan energi, dan membantu sistem kekebalan tubuh. Ketika hati mengalami peradangan, fungsinya akan terganggu dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.

Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, secara global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun. Lebih dari separuh kematian tersebut berkaitan dengan infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki stadium lanjut. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyakit hati merupakan ancaman serius karena berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika sudah mengalami sirosis atau kanker hati.

Penyebab dan Jenis Hepatitis

Berdasarkan penyebabnya, hepatitis dibagi menjadi dua kelompok utama: hepatitis menular dan hepatitis tidak menular.

1. Hepatitis Menular

Paling sering disebabkan oleh infeksi virus, yang dibedakan menjadi beberapa jenis:

  • Hepatitis A: Menular melalui makanan atau air yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi. Gejalanya biasanya ringan dan banyak orang sembuh sendiri dalam beberapa minggu.
  • Hepatitis B: Menular melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, atau cairan vagina—misalnya melalui hubungan seksual, jarum suntik bekas, atau dari ibu ke bayi saat persalinan. Dapat menjadi kronis jika tidak diobati.
  • Hepatitis C: Penularannya hampir sama dengan hepatitis B, namun lebih sering melalui kontak darah langsung. Banyak penderita tidak merasakan gejala pada tahap awal, sehingga sering terdeteksi saat sudah menjadi kronis.
  • Hepatitis D: Hanya dapat menyerang orang yang sudah terinfeksi hepatitis B, dan membuat kondisi penyakit menjadi lebih parah.
  • Hepatitis E: Mirip dengan hepatitis A, menular melalui makanan dan air yang terkontaminasi, dan sering terjadi di daerah dengan sanitasi buruk.

2. Hepatitis Tidak Menular

Disebabkan oleh faktor lain selain virus, seperti:

  • Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang
  • Efek samping obat-obatan tertentu
  • Penyakit autoimun (sistem kekebalan tubuh menyerang hati sendiri)
  • Penumpukan lemak di hati

Gejala yang Sering Muncul

Pada tahap awal, hepatitis sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun seiring perkembangan penyakit, gejala yang mungkin muncul antara lain:
  • Kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning)
  • Urine berwarna gelap dan tinja berwarna pucat
  • Rasa lemas dan tidak bertenaga secara terus-menerus
  • Nyeri di bagian kanan atas perut
  • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
  • Demam ringan
  • Nyeri otot dan sendi

Dampak Jika Tidak Ditangani

Jika hepatitis tidak ditangani dengan baik, terutama yang bersifat kronis (berlangsung lebih dari 6 bulan), dapat menimbulkan komplikasi serius seperti:
  • Kerusakan jaringan hati secara permanen (sirosis)
  • Gagal hati
  • Kanker hati
  • Bahkan dapat mengancam nyawa

Cara Pencegahan dan Pengobatan

Pencegahan adalah langkah paling baik:
  • Lakukan vaksinasi untuk hepatitis A dan B, terutama bagi anak-anak dan orang yang berisiko tinggi
  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan: cuci tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum makan
  • Konsumsi makanan dan air minum yang bersih dan matang sempurna
  • Hindari berbagi peralatan pribadi seperti sikat gigi, pisau cukur, atau jarum suntik
  • Gunakan alat pelindung saat berhubungan seksual
  • Batasi konsumsi alkohol dan gunakan obat sesuai anjuran dokter

Pengobatan:

Pengobatan disesuaikan dengan jenis hepatitisnya. Untuk hepatitis virus, dokter dapat memberikan obat antivirus. Untuk hepatitis akibat alkohol atau obat-obatan, langkah utamanya adalah menghentikan penyebabnya. Pada kasus sirosis atau gagal hati yang parah, mungkin diperlukan tindakan medis lanjutan seperti transplantasi hati.

Hepatitis bukanlah penyakit yang harus ditakuti berlebihan, namun tidak boleh diabaikan. Dengan memahami cara penularannya dan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari ancaman penyakit ini. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....