Diet Pakai Tambahan Suplemen, Apakah Berbahaya?
- 31 Mei 2026 18:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah tren penurunan berat badan yang semakin populer, banyak orang memilih mengonsumsi suplemen diet untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat. Produk-produk ini biasanya diklaim mampu membakar lemak, menekan nafsu makan, atau meningkatkan metabolisme tubuh tanpa perlu perubahan gaya hidup yang signifikan.
Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan suplemen diet tidak selalu aman bagi semua orang. Beberapa produk bahkan mengandung bahan aktif yang dapat memengaruhi kerja jantung, tekanan darah, sistem pencernaan, hingga kesehatan mental jika dikonsumsi tanpa pengawasan.
Suplemen diet pada dasarnya bukan pengganti pola makan sehat dan aktivitas fisik. Efektivitasnya juga sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh kondisi tubuh, pola hidup, usia, serta kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.
Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah penggunaan suplemen yang mengandung stimulan dalam dosis tinggi. Kandungan seperti kafein berlebih atau zat sejenis dapat menyebabkan jantung berdebar, gangguan tidur, kecemasan, hingga peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity Reviews pada tahun 2024 menunjukkan bahwa sebagian suplemen penurun berat badan memang dapat memberikan penurunan berat badan ringan dalam jangka pendek. Namun, para peneliti menegaskan bahwa manfaat tersebut umumnya tidak sebesar yang dipromosikan dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait keamanan penggunaan jangka panjang.
Selain itu, penggunaan suplemen tanpa konsultasi tenaga kesehatan berpotensi menimbulkan interaksi dengan obat-obatan tertentu. Risiko ini menjadi lebih tinggi pada individu yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan ginjal, atau penyakit jantung.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk menjadikan suplemen hanya sebagai pendukung, bukan solusi utama dalam program diet. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres tetap menjadi faktor paling penting untuk mencapai berat badan ideal secara aman dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....