Dokter Bagikan Cara Aman Konsumsi Jeroan Ayam agar Tetap Nikmat dan Sehat

  • 31 Mei 2026 08:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, MADIUN - Jeroan ayam masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari hati, ampela, jantung hingga brutu, jeroan kerap diolah menjadi lauk nasi, sate, maupun pelengkap berbagai masakan.

Melalui kanal YouTube miliknya, dr. Emasuperr membagikan edukasi mengenai manfaat, risiko, hingga cara aman mengonsumsi jeroan ayam. Menurutnya, masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari jeroan, namun harus memahami batas dan cara pengolahannya.

Dalam videonya dr. Emasuperr menjelaskan, konsumsi jeroan perlu memperhatikan porsi agar tidak menimbulkan dampak kesehatan. Ia menyebut orang sehat cukup mengonsumsi jeroan maksimal dua kali dalam seminggu.

“Untuk orang sehat cukup konsumsi jeroan maksimal dua kali seminggu dengan porsi wajar ya, jangan jadikan jeroan sebagai makanan utama harian kalian, terutama buntut ayam ini tinggi akan lemak dan bisa bikin kolesterol kalau dikonsumsi setiap hari,” ujar dr. Emasuperr dalam tayangan YouTube-nya.

Selain porsi, sumber bahan makanan juga menjadi perhatian penting. Ia menganjurkan masyarakat membeli jeroan dari sumber yang jelas dan terpercaya.

“Kalau bisa usahakan beli di toko atau peternakan yang sumber ayamnya jelas, kalau lebih sehat lagi ayam kampung yang tanpa pemberian antibiotik atau dipelihara secara organik,” jelasnya.

Cara membersihkan dan mengolah jeroan juga dinilai berpengaruh terhadap keamanan pangan. Jeroan perlu dicuci bersih dan dimasak hingga matang sempurna.

“Cuci jeroan dengan air mengalir, buang darah dan lendirnya, bisa direndam dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau dan bakterinya, lalu masak hingga matang sempurna sekitar 30 menit, direbus dan buang air rebusannya karena ini membantu mengurangi residu antibiotiknya,” katanya.

Ia juga menyarankan konsumsi jeroan diimbangi dengan sayur, buah, dan air putih. Langkah tersebut dinilai membantu menjaga sistem pencernaan serta mengontrol kadar kolesterol dan asam urat.

Menurut dr. Emasuperr, jeroan bukan makanan yang harus dijauhi sepenuhnya. Namun, konsumsi berlebihan tanpa memperhatikan cara pengolahan dapat meningkatkan risiko kesehatan.

“Jeroan ayam ini bukan musuh, tapi juga bukan makanan yang bisa kita makan sesuka hati. Kandungan gizinya tinggi, manfaatnya banyak, tapi kita tetap harus paham akan risikonya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....