Work-Life Balance Jadi Kunci, Liburan Singkat Bisa Pulihkan Mental

  • 28 Mei 2026 11:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Budaya kerja tanpa henti atau hustle culture masih cukup banyak dijalani masyarakat modern, terutama pekerja dengan tekanan tinggi. Padahal, penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa bekerja terus-menerus tanpa jeda dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, gangguan tidur, hingga kelelahan emosional atau burnout.

Kondisi tersebut membuat para ahli kesehatan kerja menyarankan pentingnya mengambil waktu istirahat secara berkala. Liburan singkat maupun cuti rutin sekitar dua bulan sekali dinilai dapat membantu tubuh dan pikiran memulihkan energi setelah menjalani rutinitas pekerjaan yang padat.

Selain menjaga kesehatan mental, istirahat yang cukup juga berdampak pada performa kerja seseorang. Penelitian menyebutkan bahwa pekerja yang memiliki waktu jeda cenderung lebih fokus, kreatif, dan produktif dalam jangka panjang dibanding mereka yang terus memaksakan diri bekerja tanpa istirahat.

Para ahli juga mengingatkan agar seseorang tidak menunggu hingga mengalami burnout total sebelum mengambil cuti. Sebab, kelelahan emosional yang dibiarkan terlalu lama dapat memengaruhi kualitas hidup, hubungan sosial, hingga kondisi kesehatan fisik secara keseluruhan.

Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, kesadaran mengenai pentingnya work-life balance kini mulai meningkat. Banyak profesional mulai memahami bahwa menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menjadi cara untuk mempertahankan performa kerja secara sehat dan berkelanjutan.

Karena itu, meluangkan waktu untuk beristirahat sesekali tidak lagi dianggap sebagai bentuk kemalasan. Sebaliknya, jeda dari rutinitas justru menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental, produktivitas, dan kualitas hidup di tengah aktivitas yang semakin padat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....