Peringkat Dua Dunia, Wamenkes Soroti Tantangan Deteksi Dini Tuberkulosis

  • 25 Mei 2026 05:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus memaparkan tantangan deteksi dini tuberkulosis di Indonesia. Ia menyebut Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan kasus TB terbanyak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur, kasus TB dominan menyerang usia produktif. Tingginya mobilitas dan interaksi sosial dinilai mempercepat penyebaran penyakit tersebut.

Benjamin mengapresiasi capaian Jawa Timur dalam penanganan kontak serumah pasien TB. Sekitar 46 persen anggota keluarga pasien telah memperoleh pengobatan.

“Capaian Jawa Timur termasuk terbaik secara nasional setelah Provinsi Banten,” ujarnya, Minggu, 24 Mei 2026. Kementerian Kesehatan menyiapkan berbagai strategi percepatan eliminasi TB nasional.

Langkah tersebut meliputi penguatan anggaran dan pemeriksaan menyeluruh pasien terdiagnosis. Pemerintah juga menyiapkan alat skrining berbasis portable X-ray untuk berbagai daerah.

Wamenkes menargetkan Jawa Timur memiliki sedikitnya 100 alat skrining TB. “Alat X-ray-nya portable, bisa dibawa ke mana-mana dan hasilnya langsung keluar,” katanya.

Benjamin menilai tantangan terbesar adalah banyaknya penderita TB laten belum terdeteksi. Menurutnya, penderita tanpa gejala juga memiliki jumlah cukup tinggi.

“Selama ini yang diobati baru yang sakit. Padahal yang tidak bergejala jumlahnya juga tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan pencarian kasus TB laten dilakukan melalui investigasi kontak dan skrining massal. Pemeriksaan kesehatan rutin juga dinilai penting mempercepat eliminasi TB.

Benjamin menegaskan integrasi pelacakan kasus aktif menjadi kunci pengendalian TB nasional. Penguatan layanan primer dan teknologi diagnostik turut mendukung percepatan eliminasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....