Deteksi Dini Tekan Stigma TB dan Kusta Maluku

  • 22 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Deteksi dini menjadi langkah penting dalam menekan penularan Tuberkulosis (TB) dan Kusta di tengah masih adanya stigma dan ketakutan masyarakat untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan sejak awal dinilai mampu mempercepat penanganan sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.

Selain meningkatkan peluang kesembuhan, deteksi dini juga membantu mengurangi risiko penularan penyakit di lingkungan masyarakat. Edukasi anti stigma pun dinilai penting agar penderita tidak takut menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

Kepala Balai Labkes dan Kalibrasi Alkes Provinsi Maluku, Tommy Chanders Lewerissa, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sampel di laboratorium, angka kasus TB di Maluku mencapai sekitar seribuan kasus, sementara kasus kusta tercatat sebanyak 79 kasus.

"Jumlah tersebut disebut masih berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium dan belum termasuk tambahan data dari fasilitas kesehatan lainnya," kata Lewerissa saat siaran di Pro1 RRI Ambon, Jumat 22 Mei 2026.

Menurut Lewerissa, laboratorium memiliki peran penting dalam memastikan diagnosis TB dan kusta melalui pemeriksaan sampel sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Pemeriksaan TB sendiri dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak, Tes Cepat Molekuler (TCM), dan pemeriksaan mikroskopis BTA. Sementara untuk kusta dilakukan melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan saraf, hingga kerokan kulit atau slit skin smear.

Ia menjelaskan, stigma yang masih berkembang di masyarakat membuat sebagian penderita enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan atau diperlakukan berbeda. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis yang berdampak pada meningkatnya risiko penularan maupun kecacatan permanen, khususnya pada penderita kusta.

Lewerissa mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, dan penurunan berat badan. Sementara gejala awal kusta dapat ditandai dengan bercak putih atau kemerahan yang mati rasa serta penurunan sensitivitas kulit.

Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar penderita TB dan kusta tetap semangat menjalani pengobatan hingga tuntas. Edukasi yang benar juga diharapkan dapat menghapus stigma terhadap penderita kedua penyakit tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....