Harkitnas 2026, Ikatan Alumni Kedokteran UI Dorong Sistem Kesehatan Manusiawi
- 21 Mei 2026 08:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dimaknai Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) sebagai momentum untuk mendorong sistem kesehatan yang lebih manusiawi. Melalui orasi ilmiah bertema “Kebangkitan Nasional 2026: Membangun Kesehatan Nasional yang Lebih Manusiawi”, ILUNI FKUI menegaskan pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai inti pelayanan kesehatan di tengah modernisasi sistem medis.
Kegiatan berlangsung di Ruang Teaching Theater Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Acara dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus sebagai keynote speaker, serta menghadirkan orasi ilmiah dari Ketua Forum Komunikasi Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Indonesia (FIAKSI), Dewi Puspitorini.
Ketua Umum ILUNI FKUI, Wawan Mulyawan mengatakan tema kesehatan yang lebih manusiawi dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan sejarah lahirnya Hari Kebangkitan Nasional. Menurutnya, Harkitnas lahir dari rahim sekolah kedokteran STOVIA pada 20 Mei 1908.
“Sejak awal, kebangkitan bangsa ini telah melibatkan kepedulian tenaga medis dan nilai kemanusiaan. Karena itu, di tengah modernisasi sistem kesehatan, manusia harus tetap menjadi pusat dari setiap kebijakan dan pelayanan,” ujar Wawan.
Ia menegaskan, organisasi alumni tidak hanya ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung transformasi kesehatan nasional. Akan tetapi, juga menjadi suara moral profesi kedokteran agar pelayanan kesehatan tetap berempati dan berpihak pada masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, turut diluncurkan buku kumpulan cerpen berjudul Dokter Juga Manusia karya Wawan Mulyawan. Buku berisi 25 cerita pendek itu mengangkat sisi kemanusiaan seorang dokter, baik saat menghadapi pasien maupun pergulatan pribadi di balik profesi medis.
“Buku ini adalah ikhtiar kecil untuk mengingatkan bahwa di balik jas putih ada manusia, dan di kursi pasien juga ada manusia. Pertemuan dua manusia itulah yang menjadi jiwa kedokteran,” kata Wawan.
Selain orasi ilmiah dan peluncuran buku, kegiatan juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2026. Rapat tersebut membahas kontribusi alumni dalam penguatan pendidikan kedokteran, advokasi kebijakan kesehatan, hingga kegiatan kemanusiaan dan tanggap bencana di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....