Suplemen Vitamin D, Langkah Kecil Apoteker untuk Kesehatan Metabolik Masyarakat

  • 17 Mei 2026 07:44 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali menyoroti peran apoteker dalam edukasi kesehatan masyarakat melalui artikel terbaru bertajuk 'Suplemen Vitamin D: Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Kesehatan Metabolik' yang dirilis di portal IAI NEWS, 16 Mei 2026

Artikel tersebut membahas bagaimana defisiensi vitamin D yang masih umum terjadi di Indonesia dapat berdampak langsung pada gangguan metabolik seperti resistensi insulin, obesitas, dan risiko diabetes tipe 2. Meski sering dianggap sepele, kekurangan vitamin D disebut sebagai salah satu faktor tersembunyi yang memperburuk kondisi kesehatan masyarakat urban.

“Apoteker memiliki posisi strategis untuk memberikan edukasi terkait penggunaan suplemen yang aman dan sesuai kebutuhan. Langkah kecil seperti konseling dosis dan waktu konsumsi vitamin D bisa memberi dampak besar bagi pencegahan penyakit metabolik,” tulis redaksi IAI NEWS.

Dalam artikel itu dijelaskan, suplementasi vitamin D tidak bisa disamaratakan. Dosis yang tepat perlu disesuaikan dengan usia, paparan sinar matahari, kondisi kesehatan, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Apoteker diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat tidak mengalami kelebihan atau kekurangan dosis.

Menanggapi publikasi tersebut, Apt Putri Pajriani Asrul, s.farm, apoteker komunitas sekaligus pemilik Apotik 19 di Kota Kendari, menyampaikan dukungannya.

“Saya setuju banget kalau edukasi vitamin D ini harus lebih digencarkan. Di Apotik 19 Kendari, masih banyak pasien yang datang minta vitamin D dosis tinggi tanpa tahu kebutuhannya. Ada yang minum 5000 IU tiap hari padahal belum pernah cek kadar darahnya,” ujarnya.

Menurut Putri, peran apoteker di apotek bukan hanya menyerahkan obat, tapi juga memastikan pasien paham cara pakai yang aman. “Kadang cuma dengan tanya 2 menit: 'Ibu sering kena matahari nggak? Sudah cek darah belum?', itu udah bisa mencegah efek samping atau pemborosan uang. Artikel dari IAI ini bagus karena ngingetin kita kalau peran kecil apoteker di konter apotek bisa jadi pencegahan penyakit besar di masa depan,” tambahnya.

Publikasi ini juga menjadi bagian dari kampanye IAI 2026 untuk memperkuat citra apoteker sebagai tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya di apotek tetapi juga melalui edukasi digital dan komunitas.

IAI NEWS mengajak seluruh apoteker di Indonesia untuk aktif menyebarkan informasi berbasis ilmiah terkait suplemen dan obat-obatan, sebagai bentuk nyata kontribusi profesi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....