Mengenal Vertigo, Penyebab Mundurnya Pebulu Tangkis Greogoria dari Pelatnas

  • 15 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Vertigo bukanlah penyakit melainkan gejala dari kondisi tertentu yang memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.
  • 2. Vertigo dapat menyerang secara tiba-tiba
  • 3. Vertigo umumnya paling banyak diidap oleh perempuan

RRI.CO.ID, Jakarta - Gregoria Mariska Tunjung mengumumkan mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan fokus pemulihan kesehatan dari vertigo, Jumat, 15 Mei 2026. Dikutip dari Allo dokter, vertigo bukanlah penyakit melainkan gejala dari kondisi tertentu yang memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.

“Penyebab vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau otak. Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing hingga merasa dirinya atau sekelilingnya berputar,” demikian dikutip dari situs Allo Dokter, Jumat, 15 Mei 2026.

Seorang terserang vertigo ditandai dengan sensasi berputar, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga sulit berdiri atau berjalan.

Vertigo dapat menyerang siapapun. Namun besar risiko pada sejumlah kondisi.

Kondisi tersebut seperti berusia di atas 50 tahun, berjenis kelamin perempuan, mengalami cedera, memiliki gangguan pada telinga atau sistem keseimbangan. Pernah mengalami vertigo sebelumnya, memiliki riwayat vertigo dalam keluarga, stres berat atau kurang istirahat.

Penyebab lain adalah mengkonsumsi obat tertentu seperti antidepresan atau antipsikotik; kemudian mengonsumsi minuman beralkohol. Bagi penderita vertigo, diimbau menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera, seperti mengemudi, mengoperasikan alat berat, atau berolahraga berat.

Sebelumnya, Gregoria mengatakan menderita vertigo parah sejak bulan Maret 2026. Apabila vertigo kambuh, berlangsung empat hingga lima jam dengan kondisi muntah dan datang secara tiba-tiba bahkan dirinya pernah dibawa dengan ambulans untuk dievakuasi ke rumah sakit sakit.

"Saya mengalami vertigo atau migrain parah yang terjadi beberapa kali sejak akhir Maret. Setiap episodenya berlangsung selama empat sampai lima jam, di mana saya kehilangan keseimbangan, muntah, dan tidak bisa melakukan apa pun kecuali berbaring,” kata Gregoria seperti diunggah di Instagram miliknya, Rabu, 14 Mei 2025.

Ia menjelaskan kondisi akibat vertigo tidak dapat diprediksi, karena awalnya baik namun beberapa menit kemudian, kondisi tubuh tidak nyaman. Vertigo menganggu aktivitas sebagai atlet.

"Satu menit saya merasa baik. Kemudian semua jadi tidak baik-baik saja, segalanya tidak bisa diprediksi,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....