Imunisasi Rendah, Campak Ancam Anak Lhokseumawe
- 13 Mei 2026 10:25 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe: Kasus campak pada anak kembali menjadi perhatian di Kota Lhokseumawe. Rendahnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko penyebaran penyakit menular tersebut di kalangan anak-anak.
Erlawati selaku Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi mengatakan, campak merupakan penyakit akibat virus yang sangat mudah menular, terutama pada anak usia 1 hingga 5 tahun. Menurutnya, rendahnya minat masyarakat terhadap imunisasi dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu penyebab penyakit campak kembali merebak di sejumlah daerah.
“Kalau anak sudah diimunisasi, otomatis dia memiliki kekebalan terhadap penyakit campak. Jadi imunisasi sangat penting untuk pencegahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gejala awal campak biasanya ditandai demam tinggi mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius, tubuh terasa lemas, batuk, pilek, dan mata memerah. Setelah tiga sampai lima hari, akan muncul ruam merah yang bermula dari belakang telinga lalu menyebar ke wajah hingga seluruh tubuh.
Selain ruam di kulit, anak penderita campak juga sering mengalami bercak putih di dalam mulut menyerupai butiran garam. Kondisi tersebut membuat anak sulit makan dan minum sehingga tubuh menjadi semakin lemah.
Menurut Erlawati, campak tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti radang paru-paru, radang otak, hingga infeksi telinga. Karena itu, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak, terlebih jika disertai sesak napas.
“Kalau sudah muncul demam, ruam merah, batuk, pilek, dan mata merah, segera periksa ke puskesmas atau tenaga kesehatan agar tidak terjadi komplikasi,” katanya.
Ia menambahkan, penularan campak sangat mudah terjadi melalui percikan batuk dan bersin penderita maupun benda yang terkontaminasi virus. Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kontak dekat dengan penderita.
Selain itu, Erlawati juga mengingatkan pentingnya melengkapi imunisasi campak pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak berada di bangku kelas 1 SD sebagai langkah utama perlindungan terhadap penyakit tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....