Kasus Diabetes Remaja Meningkat, Generasi Muda Terancam
- 05 Jun 2026 08:25 WIB
- Lhokseumawe
Poin Utama
- Diabetes melitus kini semakin banyak ditemukan pada remaja dan anak-anak.
- Obesitas pada usia muda berkontribusi terhadap munculnya diabetes dini.
- Gaya hidup sedentari dan kurang aktivitas fisik menjadi faktor utama.
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Meningkatnya kasus diabetes melitus pada kalangan remaja dan anak muda menjadi ancaman serius bagi kualitas kesehatan generasi masa depan. Kondisi yang sebelumnya identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan anak-anak.
Promotor Kesehatan Masyarakat Instalasi Gizi RSU Cut Meutia, Sri Mulyati Mukhtar, SKM., MKM, mengatakan diabetes melitus atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kencing manis merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.
Menurutnya, peningkatan kasus diabetes pada usia muda dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup yang semakin tidak sehat. Remaja saat ini cenderung kurang melakukan aktivitas fisik dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gawai maupun komputer.
"Anak-anak dan remaja sekarang lebih banyak bermain game atau menikmati hiburan digital dibandingkan melakukan aktivitas fisik dan olahraga. Kebiasaan ini sering disertai konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang memicu obesitas," ujarnya.
Selain kurang bergerak, pola konsumsi makanan cepat saji dan produk olahan pabrik yang tinggi gula, lemak, serta rendah serat turut menjadi faktor utama meningkatnya risiko diabetes. Minuman kekinian seperti boba, float, hingga berbagai jenis dessert dengan tambahan topping manis disebut menjadi konsumsi favorit yang berkontribusi terhadap tingginya asupan gula harian.
Sri Mulyati menjelaskan, apabila diabetes pada usia muda tidak segera dicegah dan ditangani, dampaknya dapat sangat serius dalam jangka panjang. Penderita berisiko mengalami penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, gangguan saraf, hingga penurunan fungsi penglihatan.
Karena itu, Ia mengajak para remaja dan orang tua untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat sejak dini. Edukasi mengenai gizi seimbang perlu diperkuat baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
"Remaja harus membiasakan pola makan sehat, rutin berolahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, tidak merokok, serta mampu mengelola stres dengan baik. Langkah-langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah diabetes sejak usia muda," katanya.
Ia berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dapat menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman diabetes melitus yang kini semakin mengkhawatirkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....