Perubahan Cuaca Panas ke Hujan Tingkatkan Risiko Batuk
- 12 Mei 2026 16:02 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Batuk menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering muncul di tengah perubahan cuaca dari panas terik yang kemudian disusul hujan secara tiba-tiba. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini dapat memengaruhi kondisi saluran pernapasan dan membuat tubuh lebih mudah mengalami iritasi.
Perubahan suhu yang cepat dari panas ke dingin dapat membuat tenggorokan menjadi lebih sensitif. Akibatnya, saluran pernapasan bereaksi dengan memunculkan batuk sebagai bentuk respons alami tubuh untuk membersihkan saluran napas.
Batuk biasanya diawali dengan rasa gatal atau tidak nyaman di tenggorokan. Kondisi ini kemudian memicu refleks untuk mengeluarkan udara secara paksa, baik dalam bentuk batuk kering maupun batuk berdahak.
Selain perubahan suhu, udara yang lembap setelah hujan juga dapat memperburuk kondisi tenggorokan. Lingkungan yang lembap menjadi lebih mudah memicu iritasi pada saluran pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh menurun.
Batuk yang tidak segera ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan saat berbicara, beristirahat, hingga beraktivitas karena tenggorokan terus terasa tidak lega.
Pada beberapa kasus, batuk juga dapat disertai gejala lain seperti pilek, suara serak, hingga rasa lelah pada tubuh. Hal ini menandakan bahwa sistem pernapasan sedang mengalami gangguan ringan akibat perubahan kondisi lingkungan.
Meningkatnya kasus batuk di tengah cuaca yang berubah cepat menjadi pengingat bahwa saluran pernapasan sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh agar tetap stabil di tengah cuaca yang tidak menentu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....